disway

Bio Avtur Banyuasin, Langkah Besar Indonesia Menuju Penerbangan Berkelanjutan

Bio Avtur Banyuasin, Langkah Besar Indonesia Menuju Penerbangan Berkelanjutan

Bio Avtur Banyuasin, Langkah Besar Indonesia Menuju Penerbangan Berkelanjutan--Foto: Prabupos

PRABUMULIHPOS.COKabupaten Banyuasin kini melangkah lebih jauh dari sekadar dikenal sebagai penghasil kelapa. Daerah ini mulai menegaskan posisinya dalam peta energi hijau nasional melalui pembangunan pabrik bahan baku bio avtur, yang akan mengubah komoditas lokal menjadi bahan bakar pesawat ramah lingkungan.

Pembangunan pabrik tersebut ditandai dengan prosesi ground breaking Pabrik Bahan Baku Bio Avtur milik PT Green Power Palembang, yang dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, pada Selasa, 20 Januari 2026.

Berlokasi di Banyuasin, proyek ini disebut sebagai langkah penting dalam agenda transisi energi di provinsi tersebut.

Pabrik ini memanfaatkan kelapa sebagai bahan baku utama untuk menghasilkan bio avtur, alternatif bahan bakar pesawat yang lebih bersih dibandingkan avtur konvensional berbasis fosil.

BACA JUGA:Wali Kota Prabumulih Resmi Jabat Ketua Mabicab Pramuka, OPD Diminta Perkuat Sinergi

BACA JUGA:Reinkarnasi Blackberry? Unihertz Titan 2 dengan QWERTY Modern, RAM 12 GB dan Kamera 50 MP

Kehadirannya diharapkan dapat membantu pengurangan emisi karbon, terutama di sektor penerbangan.

Dalam pengembangannya, PT Green Power Palembang menggandeng investor dari Jepang, menandakan kepercayaan internasional terhadap potensi energi terbarukan di Banyuasin.

Kolaborasi ini juga menegaskan posisi Banyuasin sebagai lokasi strategis dalam rantai pasok energi hijau global.

Dalam beberapa tahun terakhir, bio avtur atau sustainable aviation fuel (SAF) menjadi perhatian dunia karena meningkatnya tuntutan agar industri penerbangan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Indonesia menempatkan pengembangan SAF sebagai bagian dari komitmen nasional untuk menurunkan emisi sekaligus memperkuat ketahanan energi.

BACA JUGA:Sony dan TCL Resmi Berkolaborasi Bangun Bisnis TV, Kolaborasi Strategis Dimulai 2027

BACA JUGA:Berawal dari Dapur Rumah, Kebab Endul Kini Kembangkan Bisnis Frozen Food Berbasis Zero Waste

Gubernur Herman Deru menekankan bahwa proyek ini tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga memiliki manfaat ekonomi yang luas. Hilirisasi kelapa diharapkan membuka peluang baru bagi petani, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: