disway

iPhone Lipat Apple Dinilai Harus Segera Hadir, Risiko Tertinggal dari Android Makin Besar

iPhone Lipat Apple Dinilai Harus Segera Hadir, Risiko Tertinggal dari Android Makin Besar

iPhone Lipat Apple Dinilai Harus Segera Hadir, Risiko Tertinggal dari Android Makin Besar--

PRABUMULIHPOS.CO - Rumor mengenai iPhone lipat kembali mencuat, namun hingga awal 2026 Apple belum juga memperkenalkan perangkat tersebut ke publik. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa Apple berpotensi tertinggal dari para pesaingnya yang sudah lebih dulu serius menggarap pasar ponsel lipat.

Saat ini, hampir semua merek besar Android seperti Samsung, Google, Motorola, Xiaomi, OnePlus, hingga Honor telah merilis beberapa generasi ponsel lipat. Samsung bahkan telah memasuki generasi ketujuh untuk seri Galaxy Z Fold dan Z Flip, sementara di sejumlah negara seperti Korea Selatan, ponsel lipat mulai menjadi perangkat yang umum digunakan.

Di sisi lain, data dari Motorola menunjukkan bahwa sekitar 20 persen pembeli ponsel lipat Razr merupakan mantan pengguna iPhone. Hal ini mengindikasikan bahwa Apple mulai kehilangan sebagian konsumen premium yang tertarik mencoba teknologi layar lipat.

Jika Apple terus menunda, ada risiko besar merek lain akan semakin melekat sebagai pionir dan pemimpin pasar ponsel lipat. Situasi ini bisa membuat iPhone lipat nantinya lebih sulit mencuri perhatian, terlebih jika calon pengguna sudah terlanjur nyaman dengan ekosistem Android.

BACA JUGA:Nokia N75 Max Pro 5G 2026 Resmi Hadir di Indonesia, Ini Harga dan Spesifikasinya

BACA JUGA:Apple Dirumorkan Kembangkan AI Pin, Wearable Baru Mirip AirTag Siap Rilis 2027

Meski demikian, Apple tampaknya belum melihat pasar ponsel lipat sebagai ancaman besar. Penjualan global ponsel lipat pada 2023 diperkirakan hanya sekitar 20 juta unit, jauh di bawah penjualan iPhone kelas premium. Bahkan, iPhone 14 Pro Max saja disebut terjual lebih dari 26 juta unit hanya dalam enam bulan pertama setelah rilis.

Tren penjualan ponsel lipat juga dilaporkan stagnan sepanjang 2024 hingga 2025, meskipun Samsung mengklaim mencatat rekor pemesanan awal untuk model terbarunya. Hal ini membuat Apple kemungkinan memilih untuk menunggu hingga teknologi benar-benar matang sebelum masuk ke segmen tersebut.

Namun, banyak pengamat menilai Apple justru memiliki peluang besar untuk menghadirkan terobosan baru. Selama ini, ponsel lipat dinilai belum menawarkan perubahan signifikan dalam pengalaman penggunaan, selain dari desain layar yang bisa ditekuk. Aplikasi di Android pun sebagian besar masih berjalan seperti di ponsel biasa, tanpa optimalisasi khusus untuk layar fleksibel.

Keunggulan Apple diyakini terletak pada integrasi perangkat keras dan perangkat lunak, serta hubungan erat dengan para pengembang aplikasi. Jika iPhone lipat benar-benar hadir, Apple diperkirakan mampu mendorong lahirnya aplikasi dan fitur yang dirancang khusus untuk format layar lipat, sehingga memberikan pengalaman yang benar-benar berbeda.

BACA JUGA:Bangkit di 2026: Nokia N75 Max 5G Hadir dengan Snapdragon Flagship dan Harga Kompetitif

BACA JUGA:REDMI Note 15 Series Meluncur Global, Usung Desain Tangguh dan Fitur AI

Dengan reputasi sebagai perusahaan yang kerap mengubah arah pasar melalui pendekatan yang matang, kehadiran iPhone lipat berpotensi menjadi titik balik bagi kategori ponsel lipat yang selama ini dinilai stagnan. Namun, jika terlalu lama menunda, Apple juga berisiko kehilangan momentum di segmen premium yang semakin kompetitif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: