Sumur BNG-68 Adera Field Catat Rekor Produksi Berkat Velocity String
Sumur BNG-68 Adera Field Catat Rekor Produksi Berkat Velocity String--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Pertamina EP (PEP) Adera Field, yang berada di bawah PT Pertamina EP Zona 4, berhasil mencatat kemajuan signifikan dalam upaya meningkatkan produksi minyak dan gas melalui penerapan teknologi velocity string.
Teknologi ini digunakan pada Sumur BNG-68 dengan sistem dual completion, yang terbukti mampu meningkatkan kinerja produksi secara substansial.
Implementasinya menghasilkan produksi minyak sebanyak 281 barel per hari (BOPD) dan gas 0,32 MMSCFD dari lapisan L1, serta tambahan produksi minyak 123 BOPD dan gas 3,31 MMSCFD dari lapisan N2.
Manager PEP Adera Field, Adam Syukron Nasution, menjelaskan bahwa velocity string memungkinkan produksi selektif dari beberapa lapisan secara bersamaan dan independen.
BACA JUGA:BRImo Catat Rekor: 45,9 Juta Pengguna dan Transaksi Rp7.057 Triliun di 2025
BACA JUGA:Motor Listrik Polytron Laris di 2026, Cicilan Mulai Rp 300 Ribuan
“Dengan velocity string, sumur dapat memproduksi beberapa lapisan sekaligus tanpa saling mengganggu. Hal ini membuat produksi lebih optimal, efisien, dan biaya operasional dapat ditekan,” ungkap Adam.
Melalui sistem dual completion ini, dua lapisan dengan tekanan berbeda bisa dioperasikan bersamaan tanpa risiko gangguan aliran.
Sebaliknya, tanpa teknologi ini, perbedaan tekanan antar lapisan dapat menyebabkan cross flow, yang menurunkan kinerja lapisan bertekanan lebih rendah dan meningkatkan potensi terbentuknya thief zone antar-lapisan.
Keberhasilan PEP Adera Field ini melanjutkan pencapaian sebelumnya di PHR Zona 1 Field Jambi pada 2025, di mana teknologi serupa meningkatkan produksi minyak pada Sumur PPS-X19 dan PPS-12.
BACA JUGA:Xiaomi 16 Ultra 2026, Flagship Super Cepat dengan Kamera Leica
BACA JUGA:Deretan Artis yang Hadir di Akad Nikah Lady Rara
Setelah sukses di Sumur BNG-68, PEP Zona 4 berencana menerapkan velocity string di Cluster Gunung Kemala, bagian dari wilayah operasi PEP Prabumulih Field.
Langkah ini sejalan dengan strategi Subholding Upstream Pertamina untuk mendorong optimalisasi produksi migas nasional melalui inovasi teknologi yang efisien, adaptif, dan kompetitif dari sisi biaya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


