Stainless vs Plastik: Mana Toren Air yang Paling Tepat untuk Kebutuhan Rumah Tangga?
Stainless vs Plastik: Mana Toren Air yang Paling Tepat untuk Kebutuhan Rumah Tangga?--Foto: Prabupos
PRABUMULIHPOS.CO - Pemilihan toren air tak lagi sekadar soal kapasitas, tetapi juga menyangkut kualitas air, ketahanan material, hingga efisiensi anggaran.
Dua jenis toren yang paling banyak digunakan masyarakat saat ini adalah toren stainless steel (besi tahan karat) dan toren plastik berbahan PE (polyethylene). Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tergantung sumber air dan kondisi lingkungan tempat digunakan.
Toren Stainless Steel: Unggul Kualitas, Tangguh Cuaca
Toren berbahan stainless steel dikenal memiliki standar higienitas tinggi. Material ini tidak mudah ditumbuhi lumut, bersifat antimikroba alami, serta sangat tahan terhadap paparan sinar matahari langsung.
Selain itu, tampilannya juga lebih modern dan estetis, cocok untuk hunian perkotaan maupun bangunan komersial.
BACA JUGA:Baja Ringan vs Kayu untuk Rangka Atap, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
BACA JUGA:5 Ide Halaman Rumah Tanpa Pagar, Terbuka tapi Tetap Menawan
Namun, di balik keunggulannya, toren stainless memiliki kelemahan. Jika digunakan untuk air tanah atau air sumur dengan kandungan mineral tinggi, sifat korosinya bisa muncul dalam jangka panjang.
Dari sisi biaya, harga toren stainless juga relatif lebih mahal dibandingkan toren plastik.
Direkomendasikan untuk:
Pengguna air PDAM/air bersih, kawasan perkotaan, fasilitas kesehatan, dan rumah tangga dengan kebutuhan higienitas tinggi.
Toren Plastik (PE): Ekonomis dan Tahan Air Ekstrem
Berbeda dengan stainless, toren plastik berbahan PE lebih unggul dalam menghadapi kondisi air ekstrem, seperti air tanah yang asam atau asin.
BACA JUGA:Insta360 Luna Siap Tantang DJI Osmo Pocket dengan Kamera Telefoto
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


