Kenali Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Sebelum Memilih Atap
Kenali Kelebihan dan Kekurangan Baja Ringan Sebelum Memilih Atap--Foto: Prabupos
PRABUMULIHPOS.CO - Pemilihan bahan atap menjadi faktor krusial dalam pembangunan rumah karena berdampak langsung pada kekokohan, keamanan, dan tampilan rumah.
Saat ini, salah satu material yang banyak diminati adalah baja ringan, baik untuk rumah subsidi tipe 36/72 maupun hunian modern.
Baja ringan diproduksi di pabrik dan biasanya berbentuk kanal C atau truss, kemudian dipasangkan dengan penutup atap seperti genteng metal atau spandek agar tercipta struktur atap yang kuat namun ringan.
Sebelum memutuskan menggunakannya, penting bagi masyarakat untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan baja ringan.
BACA JUGA:Tren Teras Baja Ringan 2026: Minimalis, Fungsional, dan Estetik
BACA JUGA:Jelang Lebaran, Tabungan Nasabah Bank Sampah Prabumulih Cair hingga Jutaan Rupiah
Kelebihan Baja Ringan
Ringan dan tidak membebani struktur
Baja ringan memiliki bobot sekitar 1/10 dari baja konvensional, sehingga tidak menambah beban signifikan pada bangunan. Keunggulan ini sangat bermanfaat di daerah rawan gempa.
Kuat dan tahan terhadap angin
Dengan kekuatan tarik hingga 550 MPa, baja ringan mampu menopang berat genteng dan menahan tekanan angin tanpa mudah melengkung.
Efisien dari segi biaya
Material ini cocok untuk rumah dengan anggaran terbatas, termasuk rumah subsidi dengan harga Rp 136 juta–Rp 185 juta.
Lapisan galvalum (campuran seng, aluminium, dan silikon) membuat baja ringan tahan karat, sehingga sesuai untuk wilayah lembap atau pesisir seperti Samarinda dan Manado.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
