Jelang Idul Fitri, Polisi Ingatkan Warga Prabumulih Waspada Peredaran Uang Palsu

Jelang Idul Fitri, Polisi Ingatkan Warga Prabumulih Waspada Peredaran Uang Palsu

Jelang Idul Fitri, Polisi Ingatkan Warga Prabumulih Waspada Peredaran Uang Palsu--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas jual beli di pasar tradisional maupun pusat perbelanjaan mengalami peningkatan. Kondisi ini menjadi perhatian pihak kepolisian karena berpotensi dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengedarkan uang palsu.

Masyarakat Kota Prabumulih pun diimbau agar lebih berhati-hati ketika melakukan transaksi menggunakan uang tunai, terutama di tengah meningkatnya keramaian pasar selama Ramadan hingga mendekati Lebaran.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana, mengingatkan warga untuk selalu teliti saat menerima uang, mengingat tingginya aktivitas ekonomi pada periode tersebut.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan beredarnya uang palsu,” kata Bobby saat dikonfirmasi pada Kamis (12/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa kebutuhan masyarakat biasanya meningkat drastis menjelang Idul Fitri. Berbagai barang seperti kebutuhan pokok, pakaian, kue kering, serta perlengkapan rumah tangga banyak dicari sehingga peredaran uang di pasar jauh lebih tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

BACA JUGA:Pemkot Prabumulih Perkuat TPS 3R, Libatkan Warga Kelola Sampah dari Sumbernya

BACA JUGA:Pertamina EP Zona 4 Targetkan Produksi 30 Ribu Barel Minyak per Hari pada 2026

Menurutnya, situasi pasar yang ramai sering dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyelipkan uang palsu dalam transaksi, terlebih ketika pedagang dan pembeli sedang sibuk melayani banyak pelanggan.

“Dalam kondisi ramai, orang cenderung terburu-buru saat bertransaksi. Hal itu sering dimanfaatkan pelaku untuk memasukkan uang palsu,” jelasnya.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat dianjurkan menggunakan metode 3D ketika menerima uang tunai. Cara ini merupakan langkah sederhana untuk memastikan keaslian uang.

Langkah pertama adalah dilihat, yakni dengan memperhatikan warna, gambar, dan hasil cetakan uang yang pada uang asli biasanya tampak jelas serta tajam.

Langkah kedua adalah diraba, yaitu merasakan tekstur pada bagian tertentu seperti gambar utama dan angka nominal yang pada uang asli terasa lebih kasar.

 

Langkah terakhir adalah diterawang dengan mengarahkan uang ke cahaya guna memastikan adanya tanda air (watermark) serta benang pengaman yang menjadi ciri khas uang asli.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: