548 Poktan dan KWT Aktif, Prabumulih Perkuat Sektor Pertanian Daerah

548 Poktan dan KWT Aktif, Prabumulih Perkuat Sektor Pertanian Daerah

548 Poktan dan KWT Aktif, Prabumulih Perkuat Sektor Pertanian Daerah--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Pemerintah Kota Prabumulih terus berupaya memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian masyarakat setempat.

Melalui Dinas Pertanian, berbagai bentuk pembinaan terhadap Kelompok Tani (Poktan) serta Kelompok Wanita Tani (KWT) dilakukan secara berkesinambungan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah.

Saat ini, terdapat 548 Poktan dan KWT yang masih aktif dan tersebar di enam kecamatan di Kota Prabumulih. Jumlah tersebut menunjukkan peran penting kelompok tani sebagai penggerak utama pembangunan pertanian berbasis masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian Kota Prabumulih, Alfian SP melalui Sekretaris Dinas Pertanian, Taufiqurahman SP, menyampaikan bahwa keberadaan kelompok-kelompok tersebut sangat berpengaruh dalam meningkatkan produksi pertanian sekaligus kesejahteraan petani.

BACA JUGA:Tak Perlu Repot, Program Gelitik Hadirkan Layanan Kependudukan Langsung ke Rumah Warga

BACA JUGA:Polres Prabumulih Ringkus Pemuda 18 Tahun, Sabu Disembunyikan dalam Kotak Rokok

“Dari total 548 kelompok yang ada, sekitar 150 di antaranya merupakan Kelompok Wanita Tani yang aktif dalam berbagai kegiatan pertanian, termasuk pemanfaatan lahan produktif,” ungkap Taufiqurahman pada Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, persebaran kelompok tani di Prabumulih cukup merata di seluruh wilayah. Kecamatan Prabumulih Barat tercatat memiliki jumlah terbanyak dengan 124 kelompok, disusul Prabumulih Timur sebanyak 121 kelompok, serta Rambang Kapak Tengah (RKT) sebanyak 114 kelompok.

Sementara itu, Kecamatan Prabumulih Selatan memiliki 70 kelompok, Cambai 67 kelompok, dan Prabumulih Utara sebanyak 52 kelompok.

Lebih lanjut dijelaskan, kelompok tani tersebut menjalankan berbagai jenis usaha pertanian, mulai dari perkebunan karet dan kelapa sawit, peternakan, hingga tanaman pangan.

BACA JUGA:Tabrakan Beruntun di Depan Mapolres Prabumulih, Tiga Orang TerlukaoBACA JUGA:Sinergi Pertamina Drilling dan Disnaker Prabumulih Dorong Kompetensi Tenaga Kerja Lokal

Pemerintah daerah juga terus mendorong pengembangan komoditas jagung dan padi sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan lokal.

“Ada 17 kelompok tani yang fokus pada jagung serta puluhan kelompok yang mengelola tanaman padi, dan semuanya terus kita dorong pengembangannya,” jelasnya.

Untuk mendukung peningkatan kemampuan petani, seluruh Poktan dan KWT mendapatkan pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Pendampingan ini dilakukan secara rutin sesuai dengan bidang usaha masing-masing kelompok.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: