Kasus dr. Myta Jadi Sorotan, Sistem Internsip Dokter Diminta Dievaluasi

Kasus dr. Myta Jadi Sorotan, Sistem Internsip Dokter Diminta Dievaluasi

Kasus dr. Myta Jadi Sorotan, Sistem Internsip Dokter Diminta Dievaluasi--Foto: Prabupos

PALEMBANG, PRABUMULIHPOS.CO — Wafatnya seorang dokter muda asal Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, dr. Myta Aprilia Azmy, menarik perhatian luas masyarakat sekaligus menyoroti kembali pelaksanaan program internsip dokter di Indonesia.

Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) angkatan 2019 tersebut meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026, setelah sempat menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. Mohammad Hoesin Palembang.

Sebelumnya, dr. Myta diketahui sedang mengikuti program internsip di RSUD KH Daud Arif, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Peristiwa ini menjadi sorotan nasional setelah Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) mengungkap adanya dugaan sejumlah persoalan serius yang dialami almarhumah selama menjalani masa internsip.

BACA JUGA:Dukung Pendidikan, PHR Zona 4 Hadirkan Edukasi Migas Interaktif di Sekolah dan Kampus

BACA JUGA:Peringati Hari Bumi 2026, Prabumulih Gencarkan Penanaman Pohon Buah

Bahkan, satu hari sebelum wafat, IKA FK Unsri telah mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia untuk meminta perhatian serta investigasi menyeluruh terhadap kondisi tersebut.

Dalam surat itu, Ketua Umum IKA FK Unsri, Achmad Junaidi, menjelaskan bahwa kondisi dr. Myta saat itu sudah sangat kritis hingga memerlukan bantuan ventilator di ruang ICU.

Dari hasil penelusuran internal, organisasi alumni tersebut menyoroti dugaan adanya pelanggaran terkait jam kerja serta kurangnya supervisi terhadap dokter internsip. Disebutkan bahwa para peserta harus menghadapi beban kerja yang tinggi dalam waktu lama tanpa istirahat yang cukup, baik di ruang rawat inap maupun instalasi gawat darurat (IGD).

IKA FK Unsri dalam laporannya menyebut adanya beban kerja berlebihan, termasuk periode hingga tiga bulan tanpa hari libur di bangsal dan IGD.

BACA JUGA:Peringati Hari Bumi 2026, Prabumulih Gencarkan Penanaman Pohon Buah

BACA JUGA:Panduan Lengkap Panjoy: Cara Main dan Cara Cairkan Saldo DANA

Selain itu, muncul pula dugaan kurangnya perhatian terhadap kondisi kesehatan dr. Myta. Sejak Maret 2026, almarhumah dikabarkan mengalami gangguan kesehatan serius, namun tetap menjalankan tugas jaga meskipun dalam keadaan sesak napas dan demam tinggi.

Kondisinya bahkan dilaporkan sempat mengalami penurunan saturasi oksigen hingga 80 persen sebelum akhirnya mendapatkan perawatan intensif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: