Sumsel Darurat Narkoba! Survei BRIN Ungkap 5 Persen Warga Terpapar

Sumsel Darurat Narkoba! Survei BRIN Ungkap 5 Persen Warga Terpapar

Sumsel Darurat Narkoba! Survei BRIN Ungkap 5 Persen Warga Terpapar--Ilustrasi

SUMSEL, PRABUMULIHPOS.CO – Provinsi Sumatera Selatan masih menghadapi persoalan serius terkait penyalahgunaan narkotika. Berdasarkan hasil survei Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2023, Sumsel menempati posisi kedua sebagai daerah dengan tingkat prevalensi pengguna narkoba tertinggi di Indonesia.

Dalam data tersebut, angka penyalahgunaan narkotika di Sumsel mencapai sekitar 5 persen. Angka itu berada di bawah Provinsi Sumatera Utara yang mencatat prevalensi sebesar 6,5 persen.

Hingga saat ini, hasil survei BRIN tersebut masih menjadi acuan nasional karena belum ada pembaruan data resmi dari pemerintah pusat. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa jumlah pengguna narkoba di Sumsel bisa saja meningkat apabila dilakukan survei terbaru.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel, Brigjen Pol Hisar Siallagan SIK MH, mengatakan bahwa tingginya angka prevalensi tersebut harus menjadi perhatian serius seluruh elemen masyarakat.

BACA JUGA:Viral di Ampera, Anak Jalanan Diduga Hirup Lem Diamankan Polisi

BACA JUGA:Wali Kota Prabumulih Ajukan BKBK ke Gubernur Sumsel untuk Percepatan Pembangunan

Menurutnya, prevalensi 5 persen menunjukkan bahwa dari setiap 1.000 penduduk di Sumsel, sekitar 50 orang terindikasi sebagai pengguna ataupun pecandu narkoba.

“Ini bukan angka yang bisa dianggap biasa. Situasi ini menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk bergerak bersama melawan narkoba,” ujarnya.

Hisar juga menegaskan bahwa meskipun pada tahun 2026 terjadi efisiensi anggaran, BNNP Sumsel tetap berkomitmen menjalankan program pencegahan dan pemberantasan narkotika secara maksimal.

Ia memastikan upaya penanganan narkoba tidak akan berhenti dan tetap menjadi prioritas demi melindungi masyarakat dari bahaya penyalahgunaan zat terlarang tersebut.

BACA JUGA:Bio Avtur Banyuasin, Langkah Besar Indonesia Menuju Penerbangan Berkelanjutan

BACA JUGA:WASPADA! Kemenkes Deteksi 5 Kasus Super Flu di Sumsel, Mayoritas Perempuan dan Anak

Dalam menjalankan tugasnya, BNNP Sumsel terus memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Menurut Hisar, penanganan peredaran narkotika tidak dapat dilakukan sendiri karena jaringan narkoba saat ini semakin luas dan terorganisir.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: