Budidaya Maggot Jadi Andalan Prabumulih Kelola Sampah Organik dan Tekan Emisi

Budidaya Maggot Jadi Andalan Prabumulih Kelola Sampah Organik dan Tekan Emisi

Budidaya Maggot Jadi Andalan Prabumulih Kelola Sampah Organik dan Tekan Emisi--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong berbagai inovasi dalam pengelolaan lingkungan.

Salah satu program yang saat ini mendapat perhatian serius adalah pengembangan budidaya maggot sebagai solusi pengolahan sampah organik sekaligus upaya menekan emisi gas rumah kaca.

Inisiatif tersebut merupakan bagian dari sinergi antara Kementerian Lingkungan Hidup, Sucofindo, serta sejumlah mitra lainnya dalam mendukung pelaksanaan Program Kampung Iklim (Proklim) di Provinsi Sumatera Selatan. Pada tahun 2026, Kota Prabumulih menjadi salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan program tersebut.

Pemanfaatan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) atau yang dikenal sebagai maggot dinilai efektif dalam mengolah sampah organik berbasis masyarakat. Selain mampu mengurangi jumlah sampah yang masuk ke Te

mpat Pembuangan Akhir (TPA), metode ini juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi.

BACA JUGA:Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, 159 Petugas BPS Sisir Seluruh Usaha di Prabumulih

BACA JUGA:Hari Bhayangkara ke-80, Polres Prabumulih Hadirkan Bantuan Sembako dan Bangun MCK Umum

Perwakilan Sucofindo menjelaskan, terdapat 10 desa dan kelurahan di Prabumulih yang telah masuk dalam Program Kampung Iklim tahun ini. Dari sejumlah wilayah tersebut, Kelurahan Muara Dua menjadi salah satu lokasi yang mendapatkan perhatian khusus.

Kelurahan Muara Dua dipilih karena memiliki beragam aktivitas masyarakat yang mendukung pelestarian lingkungan. Salah satunya adalah keberadaan Komunitas Prabumanggot yang aktif mengelola sampah organik menjadi media budidaya maggot.

Menurutnya, aktivitas yang dijalankan komunitas tersebut menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat dapat berperan langsung dalam mengatasi persoalan sampah sejak dari sumbernya.

Sampah organik yang sebelumnya berpotensi mencemari lingkungan kini dapat dimanfaatkan menjadi bahan baku yang bernilai guna.

BACA JUGA:Hari Bhayangkara ke-80, Polres Prabumulih Hadirkan Bantuan Sembako dan Bangun MCK Umum

BACA JUGA:PMI Prabumulih Diperkuat Hingga Kecamatan, Layanan Kemanusiaan Dipercepat

Program Kampung Iklim sendiri merupakan program nasional yang bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi perubahan iklim melalui berbagai kegiatan adaptasi dan mitigasi berbasis lingkungan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait