Kasus Gigitan Anjing Liar Kembali Terjadi di Prabumulih, Warga Diminta Waspada Rabies

Kasus Gigitan Anjing Liar Kembali Terjadi di Prabumulih, Warga Diminta Waspada Rabies

Kasus Gigitan Anjing Liar Kembali Terjadi di Prabumulih, Warga Diminta Waspada Rabies--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Kasus gigitan anjing liar kembali terjadi di Kota Prabumulih. Peristiwa ini menjadi kejadian kedua dalam beberapa minggu terakhir, sehingga meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi penyebaran rabies di wilayah tersebut.

Insiden terbaru terjadi di Desa Sinar Rambang, Kecamatan Rambang Kapak Tengah (RKT), yang menyebabkan seorang pria menjadi korban. Beruntung, korban telah segera mendapatkan penanganan medis, termasuk penyuntikan vaksin antirabies, dan kini kondisinya dilaporkan terus membaik.

Sebelumnya, kasus serupa juga sempat terjadi pada Mei 2026 di kawasan Sukajadi, Kelurahan Prabumulih Timur, yang turut menambah perhatian publik terhadap keberadaan anjing liar di lingkungan permukiman.

Kepala Desa Sinar Rambang, Indarqo, membenarkan bahwa korban telah mendapatkan perawatan yang diperlukan sehingga saat ini dalam kondisi stabil.

BACA JUGA:Central City Hotel Prabumulih Buka Lowongan Kerja, Lulusan SMA/SMK Bisa Daftar!

BACA JUGA:Jaringan Narkoba Besar di Sumsel Digagalkan, Ribuan Pil Ekstasi dan Sabu Disita

“Alhamdulillah sudah membaik, sudah mendapatkan suntikan rabies,” ujarnya.

Meski kondisi korban membaik, pihak desa tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan anjing liar yang kerap berkeliaran di sekitar pemukiman maupun area perkebunan.

Ia juga menegaskan agar warga tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan hewan yang dianggap berpotensi membahayakan.

“Kalau melihat anjing liar yang meresahkan, segera laporkan supaya bisa ditangani,” tambahnya.

BACA JUGA:Profil Lengkap 3 Srikandi Prabumulih: Rara LIDA, Sridevi, dan Della DA

BACA JUGA:Jaringan Narkoba Besar di Sumsel Digagalkan, Ribuan Pil Ekstasi dan Sabu Disita

Rangkaian kasus gigitan anjing liar dalam waktu yang berdekatan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Selain berisiko terhadap keselamatan warga, gigitan hewan yang terinfeksi rabies juga dapat menimbulkan dampak fatal jika tidak segera ditangani secara medis.

Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan yang lebih terkoordinasi, termasuk pengendalian populasi hewan liar serta peningkatan edukasi masyarakat mengenai bahaya rabies.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait