Hebat! Putri Wawako Prabumulih Wakili Mesir di Forum WHO Internasional di Bangkok

Hebat! Putri Wawako Prabumulih Wakili Mesir di Forum WHO Internasional di Bangkok

Hebat! Putri Wawako Prabumulih Wakili Mesir di Forum WHO Internasional di Bangkok--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan generasi muda asal Kota Prabumulih. Shakyna Azka Anindya, putri Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasril, S.Kom., M.M., dipercaya menjadi delegasi yang mewakili Mesir (Egypt) dalam sidang World Health Organization (WHO) Council pada ajang 21st Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Bangkok, Thailand.

Keikutsertaan Shakyna dalam forum internasional tersebut menunjukkan bahwa pelajar Indonesia, termasuk dari daerah, mampu bersaing dan berkontribusi melalui gagasan di tingkat global bersama peserta dari berbagai negara.

Dalam konferensi yang diikuti delegasi dari 18 negara, Shakyna mempresentasikan isu bertajuk "Safeguarding Indigenous Knowledge of Traditional Medicine while Ensuring Scientific Validation." Topik tersebut menyoroti pentingnya menjaga pengetahuan pengobatan tradisional sebagai warisan budaya, sekaligus memastikan manfaatnya didukung melalui penelitian dan pembuktian ilmiah.

Menurut Shakyna, pengobatan tradisional tidak seharusnya dipertentangkan dengan ilmu kedokteran modern. Keduanya justru dapat berjalan beriringan untuk menciptakan sistem kesehatan yang menghormati nilai budaya sekaligus memiliki dasar ilmiah yang kuat.

BACA JUGA:BMKG Prediksi Cuaca Sumsel 29 Juni 2026, Mayoritas Wilayah Berawan Dua Wilayah Berpotensi Hujan Ringan

BACA JUGA:5 Hidden Gem Wisata Alam di Sumsel yang Wajib Dikunjungi, Surga Tersembunyi untuk Healing

Ia juga menekankan bahwa pelestarian pengetahuan tradisional harus dibarengi dengan riset yang memadai agar manfaatnya dapat diterima masyarakat luas tanpa menghilangkan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Selain menjadi forum diplomasi, AYIMUN juga menjadi sarana pengembangan kemampuan peserta. Selama kegiatan berlangsung, para delegasi mengikuti simulasi sidang, diskusi, negosiasi, debat, hingga penyusunan rekomendasi terkait berbagai persoalan global.

Pengalaman tersebut, kata Shakyna, memberikan banyak pelajaran dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama lintas budaya, serta keberanian menyampaikan pandangan di forum internasional.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi saya dapat menjadi Delegate of Egypt dalam World Health Organization (WHO) Council. Melalui konferensi ini saya belajar bahwa masa depan pengobatan tradisional bukan tentang memilih antara tradisi atau sains, tetapi bagaimana keduanya bisa berjalan berdampingan," ungkap Shakyna.

BACA JUGA:DPRD Prabumulih Resmikan Perseroda Petro Prabu, Dirut Wajib Berpengalaman Migas

BACA JUGA:Kelurahan Wonosari Imbau Warga Segera Lunasi PBB-P2 2026, Bukti Bayar Jadi Syarat Urus Administrasi

Ia mengaku, keikutsertaannya dalam AYIMUN ke-21 menjadi salah satu pengalaman paling berharga selama menempuh pendidikan.

"Setiap diskusi, tantangan, dan pengalaman membuat saya berkembang menjadi pribadi yang lebih percaya diri. Terima kasih kepada AYIMUN 21st atas kesempatan luar biasa ini, serta kepada Ibu Nuning Mulya yang telah memberikan dukungan dan pendampingan selama kegiatan berlangsung," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait