Pertamina Drilling Sukses Jalankan Matrix Acidizing Perdana, Targetkan Produksi 65 BOPD di Prabumulih
Pertamina Drilling Sukses Jalankan Matrix Acidizing Perdana, Targetkan Produksi 65 BOPD di Prabumulih--Foto: Pertamina
PRABUMULIHPOS.CO.– PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali mencatatkan capaian baru dalam pengembangan bisnis jasa hulu minyak dan gas bumi. Perusahaan untuk pertama kalinya berhasil melaksanakan operasi matrix acidizing di Sumur Gunung Kemala (GNK)-104 yang berada di Lapangan Prabumulih, Sumatera Selatan.
Keberhasilan tersebut menjadi langkah penting dalam pengembangan layanan High Pressure Pumping Non-Rig Services, sekaligus memperluas cakupan bisnis Pertamina Drilling di luar layanan pengeboran konvensional.
Inisiatif ini juga memperkuat komitmen perusahaan dalam menyediakan solusi terintegrasi guna mendukung peningkatan produksi migas nasional.
BACA JUGA:Pertamina Corporate University Gandeng IDTC, Perkuat Kompetensi SDM Pengeboran Migas
BACA JUGA:Pertamina EP Catat Prestasi, Produksi Minyak Adera Field Tertinggi Sejak 1983
Pelaksanaan operasi stimulasi sumur dilakukan bersama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sebagai mitra strategis dalam kegiatan eksplorasi dan produksi migas di Indonesia.
Teknologi matrix acidizing diterapkan untuk mengatasi penurunan produktivitas sumur yang disebabkan oleh kerusakan formasi maupun penumpukan kerak (scale) yang menghambat aliran fluida dari reservoir ke sumur produksi.
Metode ini bekerja dengan menginjeksikan larutan asam ke dalam formasi batuan agar endapan yang menyumbat pori-pori reservoir dapat larut. Dengan terbukanya kembali jalur aliran fluida, produksi minyak diharapkan meningkat secara lebih optimal.
Pada pelaksanaannya, operasi dilakukan di interval perforasi 1.963 hingga 1.966 meter measured depth (MD) pada Formasi Talang Akar (TAF-P5). Proses stimulasi menggunakan fluida Hydrochloric Acid (HCl) 15 persen yang telah disesuaikan dengan karakteristik reservoir.
BACA JUGA:Prestasi Gemilang: Manager Pertamina Drilling Masuk 100 Manager Program Terbaik Indonesia 2026
BACA JUGA:Produksi Minyak Pertamina EP Zona 4 Naik 6,6 Persen Sepanjang 2025
Melalui pekerjaan tersebut, Sumur GNK-104 ditargetkan mampu menghasilkan produksi sekitar 65 barel minyak per hari (BOPD) sehingga dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi migas di wilayah kerja PHR Zona 4.
Direktur Operasi PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Aziz Muslim, mengatakan keberhasilan operasi matrix acidizing perdana membuktikan kesiapan perusahaan dalam menghadirkan layanan hulu migas yang semakin lengkap, inovatif, dan kompetitif.
Menurutnya, pencapaian ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas layanan non-rig sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi pelanggan di sektor energi.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
