Anak Terlambat Bicara? Kenali Penyebab Speech Delay dan Cara Mengatasinya

Anak Terlambat Bicara? Kenali Penyebab Speech Delay dan Cara Mengatasinya

Anak Terlambat Bicara? Kenali Penyebab Speech Delay dan Cara Mengatasinya--Freepik

PRABUMULIHPOS.CO - Keterlambatan berbicara atau speech delay sering kali membuat orang tua merasa khawatir. Meski demikian, kondisi ini tergolong cukup sering terjadi pada anak dan tidak selalu menandakan adanya gangguan serius.

Yang terpenting adalah memahami penyebabnya serta memberikan penanganan yang sesuai agar perkembangan bahasa anak dapat berjalan optimal.

Secara umum, anak mulai mengucapkan kata-kata pertamanya pada usia sekitar 12 hingga 18 bulan. Namun, setiap anak memiliki kecepatan tumbuh kembang yang berbeda.

Ada yang mulai berbicara sedikit lebih lambat, sementara sebagian lainnya mengalami keterlambatan yang membutuhkan perhatian lebih.

BACA JUGA:Jangan Sampai Anda Lewatkan, Ini 4 Tips Sehat Jaga Daya Tubuh Saat Malam Tahun Baru

BACA JUGA:7 Cara Sehat Menambah Berat Badan, Jangan Asal Makan Banyak

Ketika kemampuan berbicara anak belum berkembang sesuai usianya, orang tua perlu mengetahui apakah kondisi tersebut masih termasuk variasi perkembangan normal atau justru menjadi tanda adanya gangguan tertentu.

Penyebab speech delay cukup beragam. Salah satu faktor yang paling sering berpengaruh adalah kurangnya stimulasi bahasa di lingkungan sekitar.

Anak yang jarang diajak berbicara, dibacakan buku, atau diajak berinteraksi cenderung memiliki perkembangan bahasa yang lebih lambat.

Selain faktor lingkungan, gangguan fisik seperti masalah pendengaran maupun kelainan pada organ bicara juga dapat menghambat kemampuan anak dalam berkomunikasi.

Pada beberapa kasus, kondisi medis seperti gangguan spektrum autisme dan cerebral palsy turut memengaruhi perkembangan kemampuan berbicara.

BACA JUGA:Jadi Buah Favorit Masyarakat Indonesia, Ini 5 Manfaat Kesehatan Pisang Ambon

BACA JUGA:Sebaiknya Simak, Ternyata 10 Vitamin Ini Penting Untuk Orang Dewasa

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, gangguan bicara dibedakan menjadi dua kelompok, yakni gangguan bicara primer yang terjadi tanpa disertai gangguan lain, serta gangguan bicara sekunder yang muncul bersamaan dengan kondisi seperti keterlambatan perkembangan global, disabilitas intelektual, autisme, maupun kelainan genetik seperti trisomi 21.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: