Pertamina EP Limau Cetak Rekor Gas Sales, Tembus 3,1 MMSCFD

Pertamina EP Limau Cetak Rekor Gas Sales, Tembus 3,1 MMSCFD

Pertamina EP Limau Cetak Rekor Gas Sales, Tembus 3,1 MMSCFD--Foto: Pertamina

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Upaya Pertamina EP Limau Field dalam mengoptimalkan kembali sumur migas eksisting mulai menunjukkan hasil positif.

Melalui pekerjaan ulang atau workover dengan metode recompletion, Sumur L5A-309 berhasil kembali berproduksi dan memberikan tambahan kontribusi terhadap pasokan gas.

Setelah dilakukan pekerjaan workover, performa produksi gas dari Sumur L5A-309 tercatat mencapai 6,7 MMSCFD. Sementara itu, volume gas yang berhasil dijual atau gas sales mencapai 3,1 MMSCFD pada Juli 2026.

Capaian tersebut menjadi catatan penting bagi Pertamina EP Limau Field karena merupakan angka gas sales tertinggi yang pernah dicapai.

Realisasi itu bahkan meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian puncak sebelumnya pada 2024 yang berada di level 1 MMSCFD.

BACA JUGA:Pertamina Drilling Raih Dua Penghargaan Bergengsi di TJSL & CSR Award 2026

BACA JUGA:Pertamina Drilling Tebar Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasi, Salurkan 19 Sapi dan 4 Kambing

Senior Manager Pertamina EP Limau Field Abdul Rachman Para Buana menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk terus menjaga ketersediaan energi nasional.

Menurutnya, optimalisasi produksi tidak selalu harus dilakukan dengan membuka sumber baru. Sumur-sumur lama yang masih memiliki potensi dapat dikembangkan kembali melalui metode dan teknologi yang sesuai.

“Kontribusi pasokan gas bisa dioptimalkan melalui sumur-sumur eksisting dengan pendekatan yang tepat. Kali ini, pendekatan dengan program recompletion berhasil diterapkan pada Sumur L5A-309,” ujarnya.

Workover sendiri merupakan kegiatan kerja ulang pada sumur migas yang bertujuan memperbaiki sekaligus mengembalikan kemampuan produksi sumur yang sebelumnya mengalami penurunan.

Pada Sumur L5A-309, pekerjaan tersebut dilakukan dengan mengubah zona produksi atau recompletion/zone change. Lapisan produksi yang sebelumnya berasal dari Dayer W4 kemudian dialihkan ke W3.

BACA JUGA:Gerak Cepat Pertamina EP Prabumulih, Insiden Api di Gunung Raja Berhasil Dikendalikan

BACA JUGA:Pertamina Drilling Tebar Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Operasi, Salurkan 19 Sapi dan 4 Kambing

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait