Manfaatkan Pekarangan Rumah, Kadispora Prabumulih Kembangkan 4.000 Lubang Hidroponik
Manfaatkan Pekarangan Rumah, Kadispora Prabumulih Kembangkan 4.000 Lubang Hidroponik--Foto: Prabupos
PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Kesibukan sebagai aparatur pemerintahan tidak menghalangi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Prabumulih, Joko Firdaus, S.Pd., untuk menekuni aktivitas pertanian di rumah.
Bertempat di kediamannya kawasan Kebun Duren, Kecamatan Prabumulih Barat, Joko memanfaatkan lahan pekarangan untuk mengembangkan budidaya sayuran dengan metode hidroponik.
Bagi Joko, kegiatan tersebut bukan hanya sekadar hobi di sela waktu senggang. Ia melihat pertanian skala rumahan sebagai aktivitas produktif yang dapat mendukung ketahanan pangan sekaligus menjadi peluang usaha tambahan bagi keluarga.
Joko mengaku baru sekitar enam bulan mempelajari hidroponik. Dalam kurun waktu tersebut, berbagai tahapan mulai dari penyemaian, pemeliharaan tanaman, pengaturan jadwal tanam hingga proses panen terus dipelajarinya.
BACA JUGA:Menutup Utang dan Kembali Bangkit
BACA JUGA:KORMI Prabumulih Punya Pengurus Baru, KORMI Go to School Jadi Program Unggulan
“Sudah sekitar enam bulan saya belajar hidroponik. Ternyata ini membuat masa depan lebih cerah karena ke depan kita pasti membutuhkan sayuran. Apalagi program ketahanan pangan terus digalakkan pemerintah,” ujar Joko.
Saat ini, pakcoy menjadi salah satu tanaman yang diprioritaskan. Selain relatif cepat dipanen, sayuran tersebut dinilai memiliki peluang pasar yang cukup baik.
Untuk mendukung pengembangan budidaya, Joko telah mempersiapkan sekitar 4.000 lubang tanam. Penggunaannya akan dilakukan secara bertahap dengan pola tanam yang diatur sedemikian rupa agar produksi dapat berjalan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, pakcoy terlebih dahulu menjalani proses penyemaian selama kurang lebih dua minggu. Setelah itu, bibit dipindahkan ke tahap pembesaran dan dirawat hingga siap dipanen sekitar satu bulan lebih.
BACA JUGA:Asah Motorik dan Kognitif, TK IT Shoutul Quran Prabumulih Kemas Belajar Hijaiyah dengan Asyik
BACA JUGA:Kemarau Ekstrem Melanda Prabumulih, Warga Diingatkan Tak Bakar Sampah dan Lahan
Salah satu tantangan yang kini menjadi perhatiannya adalah mengatur waktu tanam. Dengan jadwal yang tepat, panen diharapkan tidak terjadi sekaligus, melainkan tersedia secara berkala.
“Sekarang kita sedang mencoba mengatur ritmenya, sehingga dalam satu bulan bisa empat kali panen dan dilakukan secara serentak sesuai jadwal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
