5 Tips Memilih Masker yang Tepat untuk Hadapi Abu Vulkanik dan Polusi Udara
5 Tips Memilih Masker yang Tepat untuk Hadapi Abu Vulkanik dan Polusi Udara--Foto: Freepik
PRABUMULIHPOS.CO - Paparan abu vulkanik dan polusi udara perlu diwaspadai karena mengandung partikel berukuran sangat kecil yang dapat terhirup dan masuk ke sistem pernapasan.
Dalam kondisi kualitas udara memburuk, terutama ketika terjadi peningkatan debu atau aktivitas vulkanik, penggunaan masker dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikel tersebut.
Namun, pemilihan masker tidak boleh dilakukan sembarangan.
Jenis masker yang digunakan akan menentukan seberapa baik perlindungan terhadap partikel halus. Masker kain maupun masker bedah pada umumnya tidak memberikan tingkat penyaringan yang sama dengan respirator yang memang dirancang untuk menangkal partikel berukuran kecil.
Berikut sejumlah hal yang perlu diperhatikan saat memilih masker untuk menghadapi abu vulkanik dan polusi udara, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber.
BACA JUGA:5 Tablet Harga Rp2 Jutaan yang Bisa Diandalkan untuk Gaming dan Produktivitas
BACA JUGA:5 Tablet Harga Rp2 Jutaan yang Bisa Diandalkan untuk Gaming dan Produktivitas
1. Utamakan respirator N95 atau yang setara
Respirator N95 dapat menjadi salah satu pilihan ketika masyarakat harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang dipenuhi partikel halus.
Masker tersebut dirancang untuk menyaring sedikitnya 95 persen partikel udara berukuran sangat kecil apabila digunakan dengan cara yang tepat.
Selain N95, terdapat pula respirator dengan standar lain yang dapat dipertimbangkan, seperti KN95 dan KF94. Pastikan produk yang dipilih memiliki standar yang jelas serta digunakan berdasarkan petunjuk pemakaian.
2. Pastikan tidak ada celah di sekitar wajah
Kemampuan masker dalam menyaring partikel akan berkurang apabila terdapat celah antara masker dan wajah.
Karena itu, masker sebaiknya menutupi hidung dan mulut secara menyeluruh. Bagian penjepit hidung juga perlu disesuaikan agar mengikuti bentuk wajah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
