DPRD Prabumulih Dorong Jembatan Muara Dua Jadi Prioritas

DPRD Prabumulih Dorong Jembatan Muara Dua Jadi Prioritas

DPRD Prabumulih Dorong Jembatan Muara Dua Jadi Prioritas--Foto: Prabupos

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Upaya merealisasikan pembangunan permanen Jembatan Muara Dua masih menghadapi kendala pendanaan.

DPRD Kota Prabumulih mendorong pemerintah daerah untuk lebih gencar membuka peluang dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

Dorongan tersebut disampaikan karena hingga saat ini masyarakat masih menggunakan jembatan Bailey sebagai akses penghubung. Jembatan tersebut dipasang sebagai solusi sementara setelah jembatan sebelumnya mengalami kerusakan.

Wakil Ketua II DPRD Kota Prabumulih, Ir H Dipe Anom, mengatakan pembangunan jembatan permanen membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Sementara itu, kemampuan keuangan daerah dinilai belum cukup untuk membiayai pembangunan tersebut sepenuhnya melalui APBD Kota Prabumulih.

BACA JUGA:Dahlan Iskan Soroti Potensi Besar Kelapa Sulut, Dorong Hilirisasi hingga Pasar Global

BACA JUGA:Cegah Karhutla Meluas, Prabumulih Siapkan Alat Berat hingga Mobil Tangki

Menurutnya, pemerintah daerah perlu melihat sumber pendanaan lain, terutama dari pemerintah pusat. Hal itu dinilai penting agar rencana pembangunan Jembatan Muara Dua tidak terus terkendala persoalan keterbatasan fiskal.

“Sekarang ini persoalannya anggaran. Kita tidak bisa juga berharap banyak dengan provinsi, karena sejauh ini BKBK tahun 2026 ini provinsi idakdo melaksanakan. Walaupun ada perencanaan, dengan kondisi keuangan provinsi artinya dak dao terlaksana. Kami dari konsultasi ke BPKAD provinsi kemarin kan tidak ada BKBK,” ungkap Dipe Anom saat dibincangi di ruang kerjanya.

Meski demikian, ia menyebut peluang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tetap terbuka apabila kondisi keuangan daerah provinsi nantinya memungkinkan untuk kembali mengalokasikan Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK).

Dipe Anom menilai pembangunan Jembatan Muara Dua perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Keberadaan jembatan permanen diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman sekaligus mendukung kelancaran arus kendaraan.

BACA JUGA:Cegah Karhutla Meluas, Prabumulih Siapkan Alat Berat hingga Mobil Tangki

BACA JUGA:Dorong Lingkungan Lebih Tertata, Muntang Tapus Bangun Drainase 349 Meter

Saat ini, penggunaan jembatan Bailey masih memiliki keterbatasan. Salah satunya berkaitan dengan pola lalu lintas yang hanya dapat dilakukan secara bergantian. Kondisi tersebut membuat kendaraan dari dua arah tidak bisa melintas secara bersamaan seperti pada jembatan permanen.

“Jembatan Bailey itu kan faktor keamanan pengguna jalan terbatas, dak bisa dua arah. Karena kemarin Pak Gubernur sudah menjanjikan, harusnya menjadi prioritas,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: