Wajib Tahu, Ini Sedekah Adat Tradisi Turun Menurun di Sumatera Selatan

Rabu 05-07-2023,14:23 WIB
Reporter : Aldo
Editor : itdisway

Wajib Tahu, Ini Sedekah Adat Tradisi Turun Menurun di Sumatera Selatan

 

PRABUMULIHPOS.CO.ID - Sumatera Selatan dikenal dengan julukan Bumi Sriwijaya karena Provinsi ini dahulu merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya, bahkan bagian dari pusat perdagangan Sriwijaya tepatnya di Kota Palembang pada masa lampau.

 

Saat ini Provinsi Sumatera Selatan merupakan bagian dari Negara Republik Indonesia, Sumsel terkenal akan sejarahnya yang panjang karena merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya dimasa lampau.

BACA JUGA:Cobain yuk! 5 Makanan Khas Sumatera Selatan yang dapat Menggugah Selera

BACA JUGA:Jemaah Haji Kota Prabumulih Pulang Dijemput 6 Bus, Ini Jadwalnya

 

Tak heran banyak terdapat Warisan Budaya Tak Benda di Sumatera Selatan bahkan ada yang telah tercatat di Kemdikbud RI, salah satunya beberapa jenis Sedekah adat yang sudah menjadi tradisi diantara masyarakat Sumatera Selatan.

 

Bersumber dari Warisan Budaya Kemdikbud RI berikut beberapa jenis sedekah adat yang sudah menjadi tradisi dibeberapa daerah Sumatera Selatan.

 

1. Sedekah Serabi

 Sedekah serabi sudah ada sejak zaman nenek moyang dan pada saat itu orang orang masih menganut aliran animisme.

Pada masa itu orang orang mengadakan sedekah serabi dengan tujuan untuk mengobati penyakit yang tak kunjung sembuh, dan dilakukan dengan cara dukun yang akan menelusuri penyakitnya sampai dapat diketahui, saat telah diketahui sedekah serabi akan dilaksanakan menggunakan serabi yang telah ditentukan oleh tetua adat desa atau dukun.

 

BACA JUGA:Innalilahi, Mantan Camat Cambai Kota Prabumulih Berpulang

BACA JUGA:Bangga ! Bank Mandiri Salurkan Bonus Atlet dan Pelatih ASEAN Para Games 2023

Seiring dengan adanya perkembangan zaman dan ajaran agama Islam telah meluas juga berkembang di daerah Empat Lawang terbentuklah pergesaran fungsi dari tradisi sedekah serabi.

Pada saat ini sedekah serabi telah digunakan untuk menjalankan nazar yang telah tercapai keinginannya. Mantra yang dulunya berfungsi untuk ritual sedekah serabi telah diubah menjadi doa-doa kepada Allah SWT. 

Pada tahun 2018, sedekah serabi masuk kedalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

 

2. Sedekah Rame

Sedekah rame dilakukan untuk tujuan membersihkan desa dari hal hal buruk yang menimpa desa tersebut agar terhindar, hal buruk yang dimaksud seperti bencana alam, panen pertanian gagal, maupun hal hal buruk lainnya.

 

Hal itu yang membuat sedekah rame bisa disebut juga dengan upacara bersih dusun, sedekah rame biasa dilakukan setiap tahun saat akan menanam padi atau bercocok tanam fan dilakukan setelah selesai sholat dzuhur. 

Pada tahun 2019, sedekah ini masuk kedalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

 

3. Sedekah Balaq

 Sedekah tentunya kita lakukan untuk  mendapatkan pahala dari Allah SWT, sedekah juga merupakan bentuk ucapan rasa syukur. Sama halnya dengan sedekah balaq.

 

Sedekah Balaq biasa dilakukan oleh masyarakat Desa Negeri Ratu yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Sedekah ini telah dilakukan secara turun menurun oleh masyarakat Desa Negeri Ratu.

 

Adapun tradisi Sedekah Balaq yang ada di Desa Negeri Ratu ini biasa dilakukan pada 10 Muharram, dilaksanakan pada tanggal itu karena terdapat hal hal baik yang sering terjadi.

 

Sedekah Balaq bertujuan untuk menjauhkan Desa tersebut dari bencana serta memohon ampunan, Sedekah ini biasa diikuti oleh seluruh masyarakat Desa tersebut.

Pada tahun 2021, sedekah balaq masuk dan tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

BACA JUGA:Program Infaq Pegawai di Kota Prabumulih Disetop, Ini Alasannya

BACA JUGA:Alhamdulillah...Jemaah Haji Kota Prabumulih Sehat, Tak ada Yang Terlantar

4. Sedekah Bumi

Sedekah bumi merupakan salah satu tradisi yang telah hidup serta berkembang di Desa Kertayu dan merupakan bagian dari Kabupaten Musi Banyuasin, tradisi sedekah bumi ini telah bertahan secara turun temurun. Terdapat cerita dalam pembentukan sedekah bumi ini.

Pada tahun 2022 tradisi sedekah bumi ini masuk dan tercatat dalam Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.(Ald)

Kategori :