Efisiensi Operasional yang Meningkat
Aziz Muslim, Direktur Operasi Pertamina Drilling, menyoroti pentingnya efisiensi operasional. "Salah satu faktor utama keberhasilan proyek ini adalah minimnya waktu tidak produktif (Non-Productive Time/NPT). Total NPT untuk kelima sumur hanya mencapai 0,33%, atau sekitar 12,5 jam. Angka ini jauh lebih rendah dari target yang ditetapkan, yaitu 0,91%, dan menunjukkan tingkat efisiensi yang sangat tinggi," ujarnya.
Perencanaan Matang dan Koordinasi yang Solid
Keberhasilan ini juga didorong oleh perencanaan yang matang. Pemilihan teknologi yang tepat, analisis risiko yang cermat, dan pengelolaan sumber daya yang efisien menjadi fondasi utama kesuksesan proyek ini.
Ke depan, Pertamina Drilling diharapkan dapat terus mempertahankan kinerja tinggi ini dan berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional. Keberhasilan dalam proyek JOB Tomori ini dapat menjadi contoh untuk proyek pengeboran lainnya di Indonesia.