Unit Nokia Technologies mencatat lonjakan pertumbuhan sebesar 85% (YoY Q4 2024), dengan target kontribusi keuntungan sebesar €1,1 miliar pada 2025. Nokia juga mulai mengadopsi model langganan seperti Network-as-Code, NaaS, dan SaaS, serta fokus pada monetisasi kekayaan intelektual di industri otomotif, IoT, dan layanan video.
BACA JUGA:Cuan dari Rumah! 4 Aplikasi Ini Bisa Hasilkan Saldo DANA Harian Tanpa Ribet
BACA JUGA:Nokia 2025 Resmi Rilis, Ini Deretan Smartphone Andalannya
Komitmen terhadap Keberlanjutan
Teknologi hemat energi berbasis AI-RAN milik Nokia diklaim mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 40%. Target pengurangan emisi karbon sebesar 50% pada 2030 menunjukkan keseriusan mereka dalam aspek lingkungan.
Rebranding identitas perusahaan menegaskan posisi Nokia sebagai pemimpin B2B yang inovatif dan ramah lingkungan.
Performa Keuangan dan Proyeksi Masa Depan
Di kuartal IV 2024, Nokia mencatat laba €813 juta—lonjakan tajam dibandingkan kerugian €33 juta pada tahun sebelumnya. Pendapatan tumbuh 10% dan dividen €0,14 per saham diumumkan. Untuk 2025, proyeksi laba operasional berkisar antara €1,9 hingga €2,4 miliar.
Pada kuartal pertama 2025, arus kas bebas mencapai €0,7 miliar, meski posisi kas bersih turun menjadi €3 miliar akibat akuisisi Infinera. Namun pertumbuhan pesanan dan peningkatan margin di lini optical menunjukkan prospek positif.
Tantangan dan Risiko
Persaingan dengan raksasa industri seperti Ericsson, Huawei, dan Cisco masih menjadi ancaman, khususnya di pasar optical dan RAN.
Sementara itu, ketegangan geopolitik dan kebijakan tarif di AS mendorong CEO baru, Justin Hotard, untuk mempertimbangkan peningkatan kapasitas produksi lokal.
Di sisi lain, ketergantungan terhadap belanja modal dari operator bisa menjadi hambatan. Namun diversifikasi ke segmen enterprise dan optical berpotensi menjadi bantalan risiko yang stabil.
Penutup
Formula 2025 mencerminkan transformasi menyeluruh Nokia: menggabungkan efisiensi, inovasi teknologi, perluasan pasar, dan komitmen terhadap keberlanjutan.
Bila dijalankan dengan sukses, strategi ini akan memperkuat posisi Nokia sebagai pemimpin global di era konektivitas 5G hingga 6G.