Dari sisi daya, kedua ponsel menggunakan baterai 5.000 mAh dengan dukungan fast charging 25W.
Daya tahannya nyaris sama — cukup untuk aktivitas sehari penuh. Namun, berkat prosesor yang lebih efisien, Galaxy A56 5G sedikit lebih irit.
BACA JUGA:Poco Pad M1 Segera Meluncur, Tablet Pertama Poco dengan Desain Premium
BACA JUGA:POCO X8 Pro : Tawarkan Chipset Dimensity 8500 Ultra dan Baterai Jumbo 7500 mAh
Samsung tetap mempertahankan port USB-C dan tidak menyertakan adaptor charger di dalam kotak, mengikuti kebijakan ramah lingkungan perusahaan.
Sistem Operasi dan Dukungan Update
Keduanya menjalankan One UI 6 berbasis Android 14. Samsung menjanjikan update OS hingga 4 tahun dan patch keamanan selama 5 tahun, sehingga pengguna bisa merasa tenang dalam jangka panjang.
Tak ketinggalan, sistem keamanan Samsung Knox hadir untuk menjaga privasi dan data penting pengguna.
Harga dan Pertimbangan Akhir
Di pasar Indonesia, Galaxy A55 5G dijual sekitar Rp6,2 juta, sedangkan Galaxy A56 5G dibanderol Rp6,5 juta. Dengan selisih harga kurang dari Rp300 ribu, A56 menjadi pilihan menarik karena membawa desain lebih segar dan performa yang sedikit lebih baik.
Namun, jika kamu ingin lebih hemat tanpa kehilangan banyak fitur, Galaxy A55 5G tetap menjadi opsi yang solid dan seimbang.
Kesimpulan: Layak Pilih yang Mana?
Kalau kamu mencari tampilan lebih modern, kamera lebih tajam, dan efisiensi daya lebih baik, Galaxy A56 5G jelas unggul.
Tapi bila ingin menghemat anggaran dengan performa dan fitur yang nyaris sama, Galaxy A55 5G tetap sangat layak dibeli.
Keduanya menawarkan layar AMOLED tajam, performa kencang, baterai besar, dan dukungan software panjang — menjadikannya pilihan kuat di kelas menengah tahun ini.