Desain agresif khas ROG tetap dipertahankan, lengkap dengan pencahayaan RGB 360 derajat.
Sistem pendinginan Tri-Fan Technology yang dikembangkan ASUS diklaim 20 persen lebih efisien dibanding versi sebelumnya.
BACA JUGA:Nokia 1100 5G, Perpaduan Desain Klasik dan Teknologi Modern
BACA JUGA:Ramalan Shio 3 Januari 2025, Macan Jangan Bandingkan Diri Anda dengan Orang Lain
NotebookCheck menyebut ROG Strix G18 sebagai “true desktop replacement with excellent performance and cooling efficiency,” menegaskan kemampuan laptop ini untuk menggantikan PC desktop dengan performa dan pendinginan optimal.
Keunggulan utama Strix G18 meliputi daya tahan suhu, tampilan modern, dan performa stabil, menjadikannya pilihan ideal bagi gamer serius yang membutuhkan perangkat fleksibel.
2. Lenovo Legion 9i Gen 10
Lenovo menghadirkan sesuatu yang berbeda lewat Legion 9i Gen 10, yang membawa sistem pendingin cair internal pertama di dunia pada laptop gaming tipis.
Teknologi pendingin ini menjaga suhu tetap rendah meski digunakan dalam sesi panjang. Laptop ini menggunakan prosesor Intel Core Ultra 9-275HX dan GPU NVIDIA GeForce RTX 5080.
BACA JUGA:Nokia 1100 5G, Perpaduan Desain Klasik dan Teknologi Modern
BACA JUGA:Lenovo ThinkPad T14s Gen 6, Laptop Ringan, Performa Maksimal untuk Profesional Modern
Layarnya berukuran 18 inci dengan resolusi 4K (3840×2400), refresh rate 240Hz, dan kecerahan hingga 1.200 nits, ideal untuk bermain game AAA dengan kualitas grafis tinggi.
Bahan serat karbon ringan dan desain premium memberikan kesan futuristik sekaligus kokoh.
TechRadar menilai Legion 9i berhasil menetapkan standar baru laptop gaming performa tinggi berkat sistem pendingin cairnya yang efektif, menjaga suhu stabil dan minim suara kipas.
3. Acer Predator Helios 18
Acer Predator Helios 18 (2025) juga menjadi pilihan menonjol di kelas high-end. Laptop ini menggunakan sistem kipas ganda 5th Gen AeroBlade 3D untuk mendistribusikan panas secara optimal.