WASPADA! Kemenkes Deteksi 5 Kasus Super Flu di Sumsel, Mayoritas Perempuan dan Anak

Senin 05-01-2026,09:30 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Ros Diana

“Pemerintah daerah memilih bersikap waspada tanpa menimbulkan kepanikan, sembari terus mengedepankan edukasi dan kesiapsiagaan sistem kesehatan,” kata Kepala Dinkes Sumsel dr H Trisnawarman melalui Kabid P2P Ira Primadesa Ogahtriyah.

Ia menegaskan penguatan surveilans ISPA, ILI, dan SARI terus dilakukan untuk mendeteksi lonjakan kasus sejak dini.

BACA JUGA:Realisasi Pajak Kendaraan di Prabumulih Hampir Sempurna, PKB Tembus 98 Persen

BACA JUGA:Wali Kota Prabumulih Turun Tangan: Alat Berat Pribadi untuk Normalisasi Sungai Jambat Akar

“Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mendeteksi lebih awal apabila terjadi peningkatan atau lonjakan kasus,” tambah Ira.

RSUP dr Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang juga memastikan belum menemukan pasien terindikasi Super Flu hingga 3 Januari 2026.

“Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan,” ujar dr Triana Puspita Dewi MKes, Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSMH Palembang.

Di sisi lain, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Tropik Infeksi RSMH Palembang, Dr dr Harun Hudari SpPD KPTI FINASIM, mengingatkan masyarakat agar tetap waspada meski tren nasional menurun.

“Virus influenza memang punya kemampuan bermutasi secara berkelanjutan. Yang disebut sebagai super flu subclade K ini merupakan hasil mutasi dari virus influenza H3N2 yang mengalami antigenic drift,” paparnya.

Ia mengimbau masyarakat tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit, serta segera memeriksakan diri jika gejala memburuk.

“Gejala yang muncul umumnya serupa dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan,” tandasnya.

Kategori :