Batal Meluncur, Xiaomi Hentikan Proyek Ponsel Super Tipis 17 Air

Rabu 14-01-2026,13:58 WIB
Reporter : Erna
Editor : Ros Diana

Selain itu, tantangan dari sisi rekayasa juga menjadi kendala serius. Merancang ponsel dengan ketebalan hanya 5,5 mm menuntut pengurangan ruang internal secara ekstrem, yang berdampak langsung pada kapasitas baterai, sistem pembuangan panas, hingga kekuatan struktur bodi.

BACA JUGA:Xiaomi 17 Max Siap Menggebrak, Performa Kencang dan Daya Tahan Ekstrem

BACA JUGA:POCO M7 Resmi Jadi HP Rp2 Jutaan Paling Worth It di 2026, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Kompromi tersebut berpotensi menurunkan daya tahan serta performa perangkat, sehingga menjadi pertimbangan penting sebelum Xiaomi memutuskan kelayakan produksi massal.

Kasus Xiaomi 17 Air turut menggambarkan bagaimana pendekatan desain produsen terus menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen.

Meskipun ponsel flagship ultra-tipis sempat menarik perhatian karena aspek estetika dan kenyamanan genggaman, realitas pasar menunjukkan bahwa pengguna kini lebih memprioritaskan daya tahan baterai, kualitas kamera yang fleksibel, serta performa stabil dibandingkan desain yang sangat tipis semata.

Dalam perkembangan industri smartphone, eksperimen seperti 17 Air bukanlah hal baru.

Banyak produsen, baik yang mengikuti jejak Apple maupun pemain asal Tiongkok, telah mencoba mendorong batas desain, meskipun tidak semua konsep tersebut berakhir menjadi produk komersial.

Xiaomi sendiri tetap aktif mengeksplorasi inovasi desain lain, termasuk melalui seri 15 dan perangkat lipat seperti MIX Fold, sambil mengambil pelajaran dari proyek-proyek prototipe yang dihentikan.

Pembatalan Xiaomi 17 Air menegaskan bahwa inovasi desain perlu berjalan seimbang dengan fungsionalitas serta kebutuhan pasar.

Walaupun tidak pernah dirilis ke publik, kemunculan prototipe ini tetap menarik sebagai bagian dari catatan evolusi desain ponsel flagship dan strategi di balik keputusan produsen besar.

Ke depannya, Xiaomi diperkirakan akan terus mengembangkan konsep-konsep baru yang lebih realistis secara komersial.

Meski tren smartphone ultra-tipis belum menemukan momentum ideal saat ini, pengalaman dari proyek seperti 17 Air dapat menjadi fondasi penting bagi inovasi di masa mendatang—terutama seiring kemajuan teknologi baterai, material, dan desain kompak.

Kategori :