Rasio ini sangat membantu saat mengerjakan dokumen, spreadsheet, maupun aktivitas coding yang membutuhkan area kerja ekstra.
Untuk konektivitas, ExpertBook P3 tergolong lengkap. Tersedia dua port USB Type-C (USB 3.2 Gen 2), dua USB Type-A, HDMI 2.1, port RJ45 Ethernet, serta audio jack.
Satu kekurangan kecilnya adalah belum hadirnya USB4 berkecepatan 40Gbps, sehingga belum mendukung transfer data super cepat atau eGPU.
Meski begitu, dukungan Wi-Fi 7 menjadi nilai tambah yang membuatnya lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan.
BACA JUGA:Bukan Kaleng-Kaleng! Lenovo Legion 7i Gen 10 Gabungkan Desain Mewah dan Performa Kencang
BACA JUGA:Acer Fokus Laptop di CES 2026, Swift 16 AI Jadi Bintang dengan Trackpad Haptic Terbesar
Salah satu detail desain menarik adalah sistem pendingin ExpertCool. Saluran pembuangan udara tetap bekerja optimal meski layar laptop dalam posisi tertutup.
Fitur ini sangat berguna bagi pengguna yang kerap menghubungkan laptop ke monitor eksternal di meja kerja.
Fitur
ExpertBook P3 dibekali aplikasi AI ExpertMeet yang berjalan secara lokal dengan memanfaatkan NPU.
Fitur ini mencakup transkripsi rapat otomatis, terjemahan subtitle secara real-time, serta peredam kebisingan dua arah.
Karena pemrosesan dilakukan langsung di perangkat, keamanan data rapat perusahaan tetap terjaga tanpa bergantung pada cloud.
BACA JUGA:Daftar HP Infinix Terbaik 2026, Dari Rp1 Jutaan Hingga Gaming 5G
BACA JUGA:Lenovo Legion Pro 5i dan Legion 5i Resmi Hadir di Indonesia, Tawarkan Performa Gaming Kelas Atas
Di aspek keamanan, Asus menghadirkan paket ExpertGuardian yang mencakup pemindai sidik jari terintegrasi di tombol daya, kamera IR untuk Windows Hello, serta BIOS kelas komersial sesuai standar NIST SP 800-155 guna melindungi sistem dari ancaman firmware.
Kamera web 1080p yang disematkan sebenarnya tergolong standar.