Cek setiap tombol menggunakan Notepad atau Word, pastikan semuanya berfungsi dengan baik.
Jika ada kerusakan, tanyakan pada penjual apakah bisa diperbaiki, karena biaya penggantian keyboard bisa cukup mahal.
5. Uji semua port
Port laptop juga tidak kalah penting. Pastikan semua port, seperti charger, USB, HDMI, slot SD, dan jack audio, berfungsi normal.
Masalah pada port bisa menyulitkan saat mengisi daya atau memindahkan data.
Jika ada port yang rusak, mintalah penawaran harga yang lebih rendah atau tanyakan kemungkinan perbaikan.
Dengan port yang lengkap dan berfungsi baik, kegiatan belajar dan presentasi menjadi lebih mudah.
BACA JUGA:Pertama di Seri V, vivo V70 Elite Usung Chipset Snapdragon 8
BACA JUGA:Microsoft Siapkan Xbox Premium dengan Teknologi AMD Baru
6. Pastikan spesifikasi minimum sesuai kebutuhan
Terakhir, pilih laptop dengan spesifikasi yang cukup untuk mendukung kegiatan belajar.
Idealnya, RAM minimal 8GB, prosesor minimal AMD Ryzen generasi ke-3 atau Intel Core generasi ke-8, dan layar full HD 1920×1080 piksel.
Pastikan laptop sudah menggunakan SSD untuk performa lebih lancar.
Tetap realistis, jangan berharap laptop bekas sama seperti laptop baru, namun pilihlah spesifikasi yang sesuai kebutuhan dan bujet.
Dengan memperhatikan tips di atas, laptop bekas tetap bisa menjadi pilihan yang andal, awet, dan sesuai kebutuhan belajar.
Dengan sedikit teliti sebelum membeli, kamu bisa mendapatkan laptop bekas berkualitas tanpa perlu khawatir kecewa di kemudian hari.