PRABUMULIHPOS.CO - Ketika membahas atap rumah, dua opsi yang paling sering muncul adalah atap seng dan genteng aspal.
Masing-masing jenis memiliki kelebihan tersendiri, sehingga pilihan terbaik akan bergantung pada kebutuhan dan preferensi penghuni rumah.
Bayangkan sebuah pondok cantik dengan atap seng yang berkilau saat terkena sinar matahari, atau rumah bergaya tradisional dengan genteng aspal klasik.
Kedua desain ini memberikan kesan yang berbeda sekaligus fungsi yang berbeda pula.
BACA JUGA:Solusi Cerdas untuk Kamar Mandi Mungil: 1×1 Meter, Tetap Aesthetic
BACA JUGA:Kanopi Minimalis untuk Dapur Terbuka: Nyaman, Modern, dan Aesthetic
Daya Tahan dan Umur Pakai
Salah satu keunggulan utama atap seng adalah ketahanannya.
Material logam ini bisa bertahan hingga dua kali lebih lama dibanding genteng aspal biasa—bahkan bisa lebih dari 50 tahun jika dirawat dengan baik.
Umur pakai yang panjang ini berarti penggantian jarang dilakukan, sehingga menghemat biaya dalam jangka panjang.
Sebaliknya, genteng aspal biasanya hanya bertahan sekitar 20–30 tahun dan lebih rentan terhadap kerusakan akibat cuaca ekstrem, seperti angin kencang atau salju berat.
Atap seng juga lebih efisien dalam mengalirkan air hujan dan salju karena permukaannya yang halus, sehingga risiko kebocoran lebih kecil dibanding genteng aspal lama.
BACA JUGA:Ramalan Shio 6 Februari 2026, Monyet Peristiwa Hari Ini Bisa Membawa Pengalaman Penting Untuk Anda
BACA JUGA:Solusi Cerdas untuk Kamar Mandi Mungil: 1×1 Meter, Tetap Aesthetic
Pertimbangan Biaya