Sirap vs Shingles: Mana Atap yang Tepat untuk Rumahmu?

Sabtu 14-02-2026,12:00 WIB
Reporter : Erna
Editor : Ros Diana

Bahan ini ringan sehingga tidak memerlukan rangka atap yang kompleks, serta dipasang dengan sistem tumpang tindih (overlapping) untuk memastikan perlindungan maksimal dari hujan dan angin.

Perbedaan Utama Atap Sirap dan Shingles

Bahan dan Komposisi

Sirap: Terbuat dari kayu keras berkualitas tinggi yang tahan cuaca dan hama, telah melalui proses pengeringan dan perlakuan khusus agar tidak melengkung atau lapuk.

Shingles: Kombinasi aspal, fiberglass, dan serat organik dengan lapisan mineral, tahan terhadap UV, hujan, dan angin, serta tersedia dalam berbagai warna dan tekstur.

Ketahanan dan Umur Pakai

Sirap: Daya tahan tergantung jenis kayu dan perawatan. Kayu cedar misalnya sangat tahan cuaca, tapi di daerah lembap lebih rentan jamur dan lumut.

BACA JUGA:Anti Lelah di Jalan! 8 Tips Berkendara Aman untuk Mudik Lebaran

BACA JUGA:6 Ide Sekat Ruang Keluarga Minimalis yang Bikin Rumah Terlihat Lebih Luas

Shingles: Umur pakai biasanya 20–30 tahun, dengan jenis seperti dimensional dan luxury shingles lebih tahan lama dibanding shingles standar.

Ketahanan terhadap Panas

Sirap: Sifat kayu yang alami membuat sirap mampu menahan panas, menjaga suhu di dalam rumah tetap sejuk, cocok untuk iklim tropis.

Shingles: Bisa menyerap panas, terutama warna gelap, meski beberapa jenis modern memiliki teknologi pantulan panas.

Bobot

Sirap: Ringan dibanding genteng beton atau tanah liat, aman untuk daerah rawan gempa.

Shingles: Juga ringan, memudahkan pemasangan tanpa membebani struktur bangunan.

Kategori :