Dibandingkan rangka kayu atau material konvensional lainnya, baja ringan C memiliki bobot lebih ringan sehingga proses pemasangannya cenderung lebih cepat dan efisien.
Selain itu, daya tahannya yang baik membuat kebutuhan perawatan relatif rendah selama spesifikasi dan pemasangannya sesuai standar.
2. Reng Baja Ringan Galvalum
Reng galvalum memiliki bentuk lebih tipis dan memanjang, dipasang secara melintang di atas rangka utama profil C.
Fungsinya bukan sebagai struktur penopang utama, melainkan sebagai alas atau dudukan genteng agar tersusun rapi dan stabil.
BACA JUGA:Buat Tamu Terkesan! Inspirasi Dinding Teras Rumah yang Eye-Catching
BACA JUGA:Tren Warna Cat Rumah 2026: Palet Modern yang Bikin Hunian Makin Nyaman
Kelebihan reng terletak pada presisi ukuran yang memudahkan proses pemasangan genteng.
Namun, pemasangannya tetap harus memperhatikan jarak antar kuda-kuda serta jarak antar reng.
Pengaturan jarak yang tepat membantu distribusi beban atap menjadi lebih merata dan mencegah hasil akhir terlihat bergelombang atau mudah bergeser.
3. Hollow Rangka Plafon Gypsum
Berbeda dari dua material sebelumnya, hollow gypsum digunakan khusus untuk rangka plafon. Profilnya berbentuk kotak (hollow) dan berfungsi menopang papan gypsum agar plafon tetap rata dan kuat.
Material ini banyak dipilih karena ringan, praktis, serta lebih tahan terhadap serangan rayap dan kelembapan dibandingkan kayu.
Dengan demikian, stabilitas plafon lebih terjaga dan biaya perawatan jangka panjang dapat diminimalkan.
BACA JUGA:Honor Pad X8b Resmi Rilis, Tablet 11 Inci 90Hz dengan Snapdragon 680
BACA JUGA:Cara Memilih Rangka Kanopi Terbaik: Besi Hollow vs Baja Ringan