PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Pemerintah Kota Prabumulih mengambil berbagai langkah untuk mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok selama bulan Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah ini dilakukan melalui pengawasan ketat dan koordinasi lintas instansi, dengan tujuan menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.
Strategi tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kenaikan Harga Bahan Pokok Menyambut HBKN Ramadhan dan Idul Fitri 2026, yang menjadi wadah bagi pemerintah daerah dan instansi terkait untuk menyamakan langkah pengendalian harga dan kelancaran distribusi pangan.
Dalam rapat, disebutkan bahwa Satgas Pangan Polri, Dinas Ketahanan Pangan, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan rutin memantau harga di pasar tradisional, khususnya Pasar PTM Prabumulih, pusat aktivitas perdagangan masyarakat.
BACA JUGA:Tukang Bangunan di Sinar Rambang Kini Terlindungi BPJS, Semua Biaya Pengobatan Ditanggung
BACA JUGA:Ramalan Shio 5 Maret 2026, Ular Segala Sesuatu Mungkin Tidak Berjalan Sesuai Mau Kamu
Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mendeteksi kenaikan harga komoditas tertentu secara dini. Selain itu, jalur distribusi dari agen maupun sub-distributor juga diawasi guna mencegah praktik penimbunan yang dapat memicu kenaikan harga tidak wajar.
Perkembangan harga dilaporkan secara berkala ke kementerian terkait, sebagai bagian dari mekanisme pengendalian inflasi yang dipantau pemerintah pusat maupun daerah.
Di lapangan, Tim Satgas Pangan juga menggelar operasi pasar selama Ramadhan untuk menjaga harga tetap stabil dan memastikan stok barang mencukupi.
Wali Kota Prabumulih, H. Arlan, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok.
"Kami terus memantau harga dan distribusi agar masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan tenang tanpa khawatir soal pangan," ujarnya.
BACA JUGA:Tukang Bangunan di Sinar Rambang Kini Terlindungi BPJS, Semua Biaya Pengobatan Ditanggung
BACA JUGA:Dari Lahan Kosong Jadi Sumber Pangan: Kisah Inspiratif KWT Kemuning
Selain pengawasan rutin, Pemkot Prabumulih menyiapkan strategi tambahan, termasuk inspeksi mendadak ke pasar, pedagang, gudang, dan distributor untuk memastikan ketersediaan stok dan harga jual yang wajar.
Pemerintah juga merencanakan pelaksanaan Gerakan Pasar Murah, agar masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.