PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Dadang Gumbira (33), Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Prabumulih, mengalami pengalaman pahit setelah menjadi korban penipuan internasional di Kamboja, sebelum akhirnya berhasil kembali ke tanah air.
Siang itu, Dadang tampak segar dan percaya diri saat ditemui di kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Prabumulih. Ia menceritakan perjalanan sulitnya kepada wartawan, mengawali dengan rasa syukur bisa kembali ke rumah. “Alhamdulillah, senang bisa pulang ke Prabumulih. Rasanya seperti keluar dari neraka,” ujarnya.
Dadang menjelaskan awalnya tergiur tawaran kerja ke luar negeri dengan janji penghasilan tinggi melalui sebuah agensi di Jakarta.
Pekerjaannya awalnya diklaim hanya membagikan tautan di media sosial seperti Facebook, TikTok, dan Instagram. Namun kenyataannya, ia dan rekan-rekannya dibawa ke Kamboja, bukan Laos seperti yang dijanjikan, dan “diperjualbelikan” kepada pihak lain senilai sekitar 1.000 dolar AS.
BACA JUGA:Desa Talang Batu Salurkan BLT Tiga Bulan Sekaligus, 11 Keluarga Terima Bantuan
BACA JUGA:Stadion Talang Jimar Ramai, Warga Prabumulih Rayakan Semangat Sepak Bola
Di Kamboja, Dadang dilatih melakukan penipuan daring dengan modus love scamming untuk menjebak korban agar ikut judi online. Ia diberi akun media sosial palsu dengan identitas pria tampan sebagai CEO, menggunakan foto AI, dan harus membuat postingan yang meyakinkan.
Targetnya adalah perempuan Indonesia berusia di atas 40 tahun. Setiap pekerja dituntut meraup minimal 3.000 dolar AS per bulan; gagal memenuhi target bisa berakibat kekerasan.
“Kalau tidak tercapai target, kami bisa dipukuli atau disetrum,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa teknologi canggih, termasuk AI, digunakan untuk memanipulasi suara dan video call agar korban lebih mudah percaya.
Selama bekerja, Dadang dan PMI lain hidup di bawah pengawasan ketat, tidak diperbolehkan meninggalkan area kerja, dan sering mendapat perlakuan kasar dari atasan, sebagian besar warga asing. “Kalau ingin keluar, kami harus membayar 1.000 dolar, dan perlakuan terhadap kami sering tidak manusiawi,” katanya.
BACA JUGA:Stadion Talang Jimar Ramai, Warga Prabumulih Rayakan Semangat Sepak Bola
BACA JUGA:Polres Prabumulih Bekuk Pelaku Pencurian Burung Murai Batu dan Sepatu Senilai Rp7 Juta
Pengalaman pahit ini membuat Dadang mengimbau masyarakat Prabumulih agar tidak mudah tergiur tawaran kerja luar negeri ilegal, meski menawarkan gaji tinggi. Ia bersyukur bisa pulang berkat bantuan pemerintah kota melalui Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan Disnaker.
Selain itu, Dadang menyebutkan berbagai modus penipuan yang dilakukan jaringan tersebut, mulai dari love scamming, bisnis daring palsu, hingga penyebaran tautan mencurigakan. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan bagi calon pekerja migran.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Prabumulih, H Sanjay Yunus, menyatakan rencana melibatkan Dadang sebagai duta sosialisasi untuk mendidik masyarakat tentang risiko bekerja di luar negeri secara ilegal.