PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO — Polres Prabumulih tengah mempersiapkan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kecamatan Cambai yang direncanakan mulai berjalan pada Mei 2026.
Kapolres Prabumulih, Bobby Kusumawardhana, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperuntukkan bagi para pelajar.
“Insya Allah, pada Mei 2026 SPPG Cambai sudah bisa mulai beroperasi,” katanya.
SPPG Cambai nantinya akan melayani sekitar 2.500 anak, khususnya siswa dari berbagai sekolah di wilayah Kecamatan Cambai dan sekitarnya. Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas asupan gizi sekaligus menunjang kesehatan generasi muda.
BACA JUGA:Pelatihan Kerja Gratis di Prabumulih Dibuka, Kesempatan Emas untuk Lulusan SMA/SMK
BACA JUGA:Diduga Gelapkan Motor Perusahaan, Pria 26 Tahun Diamankan Polres Prabumulih
Proses penyaluran makanan akan dilakukan secara sistematis dan terjadwal, dengan tetap mengacu pada standar kebutuhan gizi yang telah ditentukan.
Selain menjalankan program tersebut, pihak kepolisian juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat sekitar. Rekrutmen tenaga kerja diprioritaskan bagi warga yang memiliki keterampilan dalam pengolahan dapur serta distribusi makanan.
Langkah ini diharapkan tidak hanya memperlancar pelaksanaan program, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga setempat.
Demi menjamin mutu makanan, pengelolaan SPPG akan melibatkan tenaga ahli gizi. Koordinasi juga telah dilakukan bersama Dinas Kesehatan Kota Prabumulih serta tim kesehatan dari Polda Sumatera Selatan.
BACA JUGA:Hujan Deras Disertai Puting Beliung Terjang Prabumulih Selatan, Dua Rumah Rusak Parah
BACA JUGA:Rekening Sekolah Dibobol Rp942 Juta, DPRD Prabumulih Minta Sistem Keamanan Diperketat
Setiap menu yang disiapkan akan melewati proses pengecekan gizi sebelum akhirnya didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Program ini turut melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan Badan Gizi Nasional, untuk memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik.
Pengawasan akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna mencegah kesalahan dalam proses distribusi maupun kualitas makanan.