Tjandra menyebut klaster tersebut menjadi perhatian serius karena melibatkan warga dari 23 negara, sehingga risiko penyebaran lintas negara meningkat cukup besar.
Delapan Kasus Terkait Kapal Pesiar
Hingga 8 Mei 2026, tercatat enam kasus positif Hantavirus yang telah dikonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium. Seluruh kasus tersebut diketahui berasal dari jenis Andes virus (ANDV).
Selain itu, terdapat dua kasus probable sehingga total keseluruhan kasus yang berkaitan dengan klaster kapal pesiar mencapai delapan orang.
Tiga Orang Dilaporkan Meninggal
Dari total delapan kasus tersebut, tiga pasien dinyatakan meninggal dunia. Kondisi itu membuat angka kematian kasus atau case fatality ratio mencapai 38 persen.
BACA JUGA:Koper Jemaah Haji Prabumulih Mulai Dikumpulkan, Ini Batas Bagasi yang Harus Dipatuhi
BACA JUGA:Polisi dan Warga Kompak Salat Subuh Berjamaah, Polsek RKT Perkuat Kamtibmas di Karang Bindu
Persentase tersebut dinilai cukup tinggi dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan internasional.
Pasien Ditangani di Beberapa Negara
Beberapa pasien menjalani perawatan medis di sejumlah negara, antara lain Johannesburg, Afrika Selatan, Belanda, hingga Zurich, Swiss.
Sementara itu, satu pasien lain sempat dirujuk ke Jerman. Namun hasil pemeriksaan PCR dan serologi menunjukkan pasien tersebut negatif Hantavirus.
Dugaan Penularan Antar Manusia
WHO saat ini masih melakukan investigasi terkait kemungkinan terjadinya penularan antar manusia di kapal pesiar tersebut.
Dugaan sementara menyebut pasien pertama kemungkinan sudah terinfeksi sebelum naik kapal usai melakukan perjalanan di Argentina dan Chile. Selanjutnya, penularan diduga terjadi selama pelayaran berlangsung.
Penelitian epidemiologi dan analisis genom virus masih terus dilakukan untuk memastikan pola penyebaran virus tersebut.