Pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Prabumulih Tembus 48 Persen, BPS Optimistis Selesai Tepat Waktu

Kamis 16-07-2026,16:30 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Rosdiana

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Prabumulih terus mempercepat pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026.

Hingga memasuki hari ke-30 pendataan, realisasi telah mencapai sekitar 48 persen dari target sekitar 65 ribu rumah tangga dan unit usaha yang menjadi sasaran.

Meski menghadapi sejumlah tantangan selama proses pendataan, BPS tetap optimistis seluruh target dapat diselesaikan sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni hingga 31 Agustus 2026.

Kepala BPS Kota Prabumulih, Jupni Amnus, SE., MM., menjelaskan seluruh petugas sensus bekerja dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) agar data yang dikumpulkan memiliki tingkat akurasi, kelengkapan, dan kualitas yang baik sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi.

BACA JUGA:TK IT Al-Hasanah Suguhkan Pembelajaran Kreatif Lewat Eksplorasi Basah

BACA JUGA:Pertamina Drilling Bekali Pekerja Baru Lewat Program PD-Matrix di IDTC

"Saat ini Sensus Ekonomi 2026 sudah memasuki hari ke-30. Tentu ada berbagai pengalaman yang dihadapi petugas di lapangan, mulai dari cuaca yang cukup panas selama musim kemarau hingga tantangan ketika berinteraksi dengan masyarakat," ujarnya, Selasa (14/7).

Menurut Jupni, kendala yang paling sering ditemui adalah responden tidak berada di rumah ketika petugas datang. Banyak warga sedang bekerja atau memiliki aktivitas lain sehingga petugas harus melakukan kunjungan ulang untuk menyelesaikan proses wawancara.

"Sebagian masyarakat memiliki aktivitas yang padat. Ketika petugas datang, mereka sedang bekerja atau berada di luar rumah sehingga kami harus menjadwalkan kunjungan kembali agar pendataan bisa dilakukan secara lengkap," jelasnya.

Selain itu, terdapat sebagian kecil masyarakat yang pada awalnya enggan mengikuti pendataan. Namun, setelah diberikan penjelasan mengenai tujuan dan manfaat Sensus Ekonomi, mayoritas akhirnya bersedia memberikan data yang dibutuhkan.

BACA JUGA:Bobol Ruko di Prabumulih, Pria 24 Tahun Diciduk Polisi, Parfum dan Mesin Bor Disita

BACA JUGA:KPK Geledah Rumah Anggota BPK RI Bobby Adhityo Rizaldi, Pengusutan Kasus Suap Edison Terus Bergulir

"Kasus penolakan memang ada, tetapi jumlahnya sangat sedikit. Umumnya karena keterbatasan waktu atau belum memahami manfaat sensus. Setelah diberikan penjelasan, mereka akhirnya bersedia didata," katanya.

Jupni menegaskan setiap kendala yang muncul menjadi bahan evaluasi bagi BPS untuk meningkatkan efektivitas sosialisasi kepada masyarakat. Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan partisipasi warga dalam sensus juga semakin meningkat.

Sebelum pelaksanaan pendataan dimulai, BPS Kota Prabumulih telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kota Prabumulih, aparat wilayah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memastikan kegiatan sensus berjalan lancar dan mendapat dukungan dari masyarakat.

Kategori :