Tidak hanya melakukan evaluasi terhadap dapur MBG, BGN juga melakukan pembenahan di lingkungan internal organisasi.
Hingga 27 Juli 2026, sebanyak 261 pegawai diberhentikan karena diduga melakukan pelanggaran. Jumlah tersebut terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli.
Menurut Sudaryono, sebagian besar pemberhentian berkaitan dengan dugaan pelanggaran disiplin. Selain itu, BGN juga tengah memproses sejumlah kasus yang melibatkan ASN dan PPPK terkait dugaan pelanggaran berat, termasuk dugaan korupsi serta aktivitas judi online.
Sementara itu, 39 pegawai lainnya telah mendapatkan sanksi disiplin berupa mutasi, penurunan jabatan, hingga teguran administratif.
Sudaryono menyebut terdapat tiga fokus utama dalam pembenahan BGN ke depan, yakni membersihkan organisasi dari praktik korupsi, memastikan Program MBG berjalan sesuai sasaran, serta meningkatkan keterbukaan dan pengawasan publik.
Ia mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program tersebut. Namun, BGN berkomitmen melakukan perbaikan agar layanan MBG dapat berjalan lebih optimal.
BACA JUGA:4 Tips Memulai Bisnis Kelapa Sawit Rumahan, Cocok untuk Pemula
BACA JUGA:Kemenpora-LPDP Buka Beasiswa S2 dan S3 Keolahragaan 2026, Pendaftaran Berlangsung hingga 31 Juli
MBG Dorong Kenaikan Permintaan Ayam dan Telur
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyampaikan bahwa pelaksanaan Program MBG turut berdampak pada meningkatnya kebutuhan komoditas peternakan, terutama ayam dan telur.
Setelah aktivitas sekolah kembali normal dan distribusi MBG berjalan, permintaan terhadap kedua komoditas tersebut ikut meningkat sehingga memengaruhi harga di pasaran.
Pemerintah memastikan harga ayam dan telur tetap terkendali serta tidak berada di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Selain itu, mekanisme pengadaan bahan baku akan diperbaiki dengan mendorong dapur MBG membeli langsung dari peternak agar rantai distribusi lebih pendek dan harga lebih stabil.
Dampak kenaikan permintaan juga mulai dirasakan di sejumlah pasar tradisional Kota Prabumulih.
Pedagang di Pasar Padat Karya Prabumulih menyebut harga ayam potong saat ini berada di kisaran Rp32 ribu per kilogram. Angka tersebut meningkat dibandingkan masa libur sekolah yang berada di kisaran Rp23 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
Sementara harga telur juga mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp26 ribu per kilogram.
Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mengaku menyesal tidak membeli stok lebih banyak ketika harga bahan pokok sempat mengalami penurunan saat libur sekolah.