Keberhasilan pengaktifan kembali sumur tersebut diharapkan turut memperkuat kinerja produksi gas Pertamina EP Limau Field secara keseluruhan. Untuk tahun 2026, perusahaan menargetkan produksi gas mentah mencapai 11,32 MMSCFD.
Pertamina EP Limau Field tidak hanya berfokus pada pencarian sumber migas baru. Optimalisasi sumur-sumur yang sudah ada juga menjadi salah satu strategi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan produksi.
Ke depan, pendekatan workover dan recompletion serupa berpeluang diterapkan pada sejumlah sumur eksisting lainnya yang masih memiliki potensi produksi.
BACA JUGA:Pertamina Drilling dan Halliburton Perkuat Kerja Sama, Bidik Proyek Energi Global
BACA JUGA:Pertamina Drilling Tunjukkan Taring di OTC Asia 2026, Usung Inovasi Pengeboran Terintegrasi
Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga keberlanjutan produksi gas sekaligus memperbesar kontribusi Pertamina EP Limau Field dalam mendukung kebutuhan energi nasional.
Tentang PHR Zona 4
PHR Zona 4 merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina Regional Sumatra yang berada di bawah PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, PHR Zona 4 mengelola tujuh wilayah kerja yang terdiri dari Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, serta PHE Raja Tempirai.
Wilayah operasional tersebut mencakup Kota Prabumulih dan Palembang serta sembilan kabupaten, yakni Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
Dalam menjalankan operasionalnya, PHR Zona 4 berada dalam koordinasi dan pengawasan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).