Teknologi IMU juga menjadi bagian penting. IMU atau Inertial Measurement Unit membantu membaca kondisi dan orientasi motor sehingga sistem elektronik dapat memberikan kontrol yang lebih sesuai dengan kondisi kendaraan.
BACA JUGA:Spesifikasi Kawasaki W800 2026, Motor Retro dengan Pesona Klasik
BACA JUGA:Kawasaki Vulcan S Lebih Menarik dari Honda Rebel 500 dan Royal Enfield Super Meteor 650?
Kawasaki menyebut teknologi ini sebagai IMU Enhanced Chassis Orientation Awareness.
Ada juga Kawasaki Launch Control Mode atau KLCM. Fitur ini membantu mengatur akselerasi ketika melakukan start dari posisi berhenti.
Pada motor dengan tenaga sebesar Ninja H2 sistem seperti ini sangat berguna untuk membantu pengendara mengontrol tenaga saat melakukan akselerasi awal.
Kawasaki Engine Brake Control atau KEBC juga tersedia.
BACA JUGA:Fitur Keamanan Kawasaki Vulcan S, Dibekali ABS dan Suspensi yang Bisa Disesuaikan
BACA JUGA:Kelebihan dan Kekurangan Kawasaki Vulcan S, Cruiser yang Sporty dan Nyaman
Sistem ini membantu mengatur efek engine braking ketika throttle ditutup atau ketika pengendara melakukan deselerasi.
Quick Shifter Kawasaki atau KQS juga tersedia untuk perpindahan gigi naik dan turun.
Fitur tersebut tidak hanya meningkatkan kecepatan perpindahan gigi tetapi juga membantu pengendara tetap fokus pada kontrol motor ketika melakukan akselerasi.
Sektor suspensi juga mempunyai peran dalam keamanan. Ninja H2 menggunakan fork Kayaba AOS-II 43 mm dengan pengaturan rebound compression dan preload.
Suspensi belakang menggunakan Öhlins TTX36 yang juga mempunyai berbagai pengaturan.
Dengan sistem tersebut pengendara dapat menyesuaikan karakter suspensi agar sesuai dengan kondisi penggunaan.
Ninja H2 juga menggunakan ban belakang berukuran besar 200/55 ZR17. Ukuran tersebut membantu motor menyalurkan tenaga besar ke aspal dengan area kontak yang luas.