Keausan yang tidak seimbang bisa mengindikasikan adanya persoalan pada kendaraan, seperti tekanan angin yang tidak tepat, masalah spooring dan balancing, maupun gangguan pada komponen kaki-kaki.
2. Periksa Kode Produksi dan Usia Ban
Kondisi ban tidak cukup dinilai berdasarkan penampilannya.
Calon pembeli juga perlu mengetahui usia ban dengan melihat kode produksi yang tercantum pada bagian dinding ban.
BACA JUGA:Tips Liburan Hemat Nataru 2025: Nikmati Akhir Tahun Tanpa Bikin Dompet Kering
BACA JUGA:Anti Lelah di Jalan! 8 Tips Berkendara Aman untuk Mudik Lebaran
Ban dengan alur yang masih terlihat tebal belum tentu memiliki kondisi karet yang optimal jika sudah berusia cukup lama.
Seiring waktu, material karet dapat mengalami perubahan meskipun ban tidak terlalu sering digunakan.
Perhatikan pula permukaan ban secara detail. Jika ditemukan retakan kecil, terutama pada dinding atau bagian tapak, sebaiknya pertimbangkan kembali kelayakannya.
3. Teliti Bekas Tambalan atau Perbaikan
Ban yang pernah bocor belum tentu otomatis tidak dapat digunakan.
Namun, bekas perbaikan tetap perlu diperiksa dengan teliti sebelum transaksi dilakukan.
Perhatikan sisi luar dan bagian dalam ban untuk mengetahui apakah terdapat tambalan, tusukan, atau bekas perbaikan lainnya.
Lokasi dan jumlah perbaikan menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan.
BACA JUGA:Liburan Nyaman Bersama Lansia, 5 Tips Agar Tetap Menyenangkan
BACA JUGA:Tips Cerdas Menggunakan Kartu Kredit BRI Tanpa Khawatir Penipuan