Yang perlu diperhatikan, lokasi pembuatan sumur sebaiknya tidak berada di kawasan yang sering mengalami banjir.
BACA JUGA:Sumur BNG-68 Adera Field Catat Rekor Produksi Berkat Velocity String
BACA JUGA:Rig PDSI #25.2 Rampungkan Pengeboran Sumur KRG-042 Lebih Cepat, Produksi Awal Tembus 777 BOPD
Air banjir berpotensi membawa berbagai kotoran dan kontaminan yang dapat meresap ke dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas sumber air.
2. Sumur Bor di Dataran Tinggi
Karakteristik sumber air di dataran tinggi bisa berbeda dengan wilayah dataran rendah.
Terlebih jika lokasi berada di sekitar kawasan perbukitan atau pegunungan, kondisi lingkungan dan struktur tanah perlu diperhatikan sebelum menentukan kedalaman pengeboran.
Pada beberapa lokasi, sumber air tanah dapat ditemukan mulai kedalaman sekitar 20 meter.
BACA JUGA:Well Service Dongkrak Produksi Sumur PBM-025 PEP Prabumulih Field hingga 205 BOPD
BACA JUGA:Rig PDSI #25.2 Rampungkan Pengeboran Sumur KRG-042 Lebih Cepat, Produksi Awal Tembus 777 BOPD
Namun, kedalaman tersebut bukan angka mutlak karena kondisi setiap wilayah memiliki karakteristik geologi yang berbeda.
Jika kualitas atau debit air yang ditemukan belum sesuai kebutuhan, pengeboran dapat dilakukan lebih dalam berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi lapisan tanah.
Pipa casing juga dapat digunakan pada sumur di dataran tinggi.
Fungsinya antara lain membantu menjaga kestabilan dinding sumur dan mengurangi risiko tanah longsor atau material tanah masuk ke lubang pengeboran.
Struktur Tanah Lebih Penting daripada Sekadar Kedalaman
BACA JUGA:Jelang HUT Ke-81 RI, PHR Zona 4 Tambah Tiga Sumur Infill Baru untuk Perkuat Produksi Energi Nasional
BACA JUGA:Rig PDSI #25.2 Rampungkan Pengeboran Sumur KRG-042 Lebih Cepat, Produksi Awal Tembus 777 BOPD