Untuk mengatasinya, pemilik kendaraan perlu memeriksa ketinggian cairan aki secara berkala.
Jika volumenya berada di bawah batas yang dianjurkan, cairan dapat ditambahkan sesuai ketentuan yang berlaku pada aki tersebut.
Aki Kering Juga Bisa Mengalami Drop
Istilah aki kering bukan berarti aki terbebas dari masalah penurunan daya.
Jenis aki ini tetap dapat mengalami penurunan performa akibat usia pemakaian, kondisi kelistrikan kendaraan, maupun faktor lainnya.
Ketika kemampuan aki menyimpan energi berkurang, gejalanya dapat berupa starter yang terasa lebih berat, lampu kendaraan meredup, atau perangkat elektronik tidak bekerja seoptimal biasanya.
BACA JUGA:Fitur Keamanan Kawasaki Ninja H2, Dilengkapi KIBS KTRC dan Teknologi IMU
BACA JUGA:Spesifikasi Kawasaki Stockman 2026, Motor Trail yang Dibuat untuk Medan Berat
Pada kondisi tertentu, aki yang mengalami penurunan daya masih dapat ditangani dengan proses pengisian ulang menggunakan perangkat yang sesuai.
Namun, hasilnya bergantung pada kondisi dan tingkat kerusakan aki.
Apa Itu Aki Soak?
Berbeda dengan aki drop, aki soak mengacu pada kondisi ketika kemampuan aki sudah mengalami penurunan yang lebih serius. Salah satu penyebabnya adalah kerusakan atau penurunan fungsi sel-sel di dalam aki.
Kerusakan tersebut dapat terjadi secara alami akibat usia pemakaian.
Namun, masa pakai aki juga bisa menjadi lebih pendek apabila kendaraan mengalami masalah sistem pengisian, aki sering kekurangan cairan pada tipe basah, atau terjadi pengisian daya yang tidak sesuai.
Ketika sel aki sudah mengalami kerusakan berat, pengisian ulang belum tentu mampu mengembalikan performanya seperti semula.
BACA JUGA:Kelebihan dan Kekurangan Kawasaki KFX90, ATV yang Cocok untuk Pengendara Muda