Mengenal 6 Varietas Ikan Lele Unggul untuk Budidaya

Kamis 03-09-2026,15:00 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Rosdiana

Lele Phyton atau yang juga dikenal dengan nama Lele Paiton mulai dikembangkan oleh pembudidaya di Kabupaten Pandeglang, Banten, sekitar 2004.

Varietas ini berasal dari persilangan induk betina lele Thailand generasi F2 dengan induk jantan lele Dumbo generasi F6.

Nama Phyton diberikan karena bentuk bagian kepalanya dianggap menyerupai kepala ular phyton. Tubuhnya juga mempunyai warna yang relatif cerah dibandingkan beberapa varietas lele lainnya.

Dari segi budidaya, Lele Phyton dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang baik dan daya tahan tubuh cukup kuat. Tingkat kelangsungan hidupnya bahkan dapat mencapai lebih dari 90 persen dalam kondisi pemeliharaan yang mendukung.

Nilai FCR-nya berada di kisaran 1,0. Masa pemeliharaannya juga tergolong singkat, yakni sekitar dua bulan untuk memperoleh ikan dengan bobot kurang lebih 125–150 gram per ekor.

BACA JUGA:Ingin Pernikahan Mewah tapi Budget Minim? Ini 10 Tips Pernikahan Hemat tapi Tetap Elegan

BACA JUGA:Jangan Asal Berangkat! Ini 5 Tips Aman Melintasi Jalan Lintas Sumatera

5. Lele Masamo

Lele Masamo merupakan varietas yang dikembangkan melalui penggabungan karakter dari sejumlah plasma nutfah lele.

Salah satu sumber genetik yang digunakan adalah Lele Dumbo serta Clarias macrocephalus atau bighead catfish yang berasal dari Afrika dan dikembangkan di Thailand.

Secara fisik, Lele Masamo mempunyai tubuh yang cenderung memanjang dengan sirip relatif panjang. Warna tubuhnya umumnya kehitaman dan terdapat tonjolan khas pada bagian tengkuk kepala.

Dalam kegiatan budidaya, jenis ini dikenal mempunyai pertumbuhan yang cepat serta kemampuan mencapai ukuran tubuh yang besar.

Sifatnya yang cukup agresif juga membuat Lele Masamo cenderung aktif ketika mencari dan memanfaatkan pakan.

6. Lele Mandalika

Lele Mandalika dikembangkan melalui persilangan antara induk betina Lele Sangkuriang dan induk jantan Lele Masamo.

Pengembangan varietas tersebut dilakukan oleh Instalasi Balai Benih Ikan Batu Kumbung yang berada di bawah Balai Pengembangan Budidaya Ikan Air Tawar, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kategori :