Kolaborasi Persebaya dan AZA juga menjadi bagian dari upaya mengangkat kemampuan industri apparel dalam negeri. Seluruh proses pembuatan Player Issue Jersey 26/27, mulai dari desain hingga produksi, dilakukan di Indonesia.
Selama hampir satu dekade bekerja sama, AZA telah memberikan dukungan apparel dalam jumlah besar untuk kebutuhan Persebaya. Rinciannya mencakup 13.540 jersey, 12.960 apparel berupa kaus dan jaket, serta 800 pasang sepatu.
Jika digabungkan, jumlah tersebut menjadikan dukungan apparel AZA kepada Persebaya sebagai salah satu yang terbesar dalam perjalanan apparel klub sepak bola di Liga Indonesia.
BACA JUGA:Dirut BPJS Kesehatan Ikut Senam Dahlan Iskan, Ungkap Manfaat Besar bagi Jantung
BACA JUGA:Dahlan Iskan: Kepemimpinan Tegas Kunci Hadapi Krisis Perusahaan
Senior Manager Brand AZA dan Persebaya Store, Arif Rahman Hakim, menyebut kerja sama dengan Persebaya memiliki nilai tersendiri di tengah tren klub sepak bola yang menggandeng merek internasional.
Menurutnya, kolaborasi tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa produk Indonesia mampu menghasilkan apparel dengan kualitas dan standar yang tinggi.
“Player Issue Jersey 26/27 ini kami buat bukan sekadar menyerupai jersey pemain, tetapi benar-benar membawa pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan performa pemain,” ujar Hakim.
Ia menjaskan, aspek tersebut diwujudkan melalui bobot jersey yang ringan serta penggunaan material yang kuat dan telah melalui pengalaman penggunaan di lapangan.
BACA JUGA:Dahlan Iskan Menang Gugatan, Saham Radar Bogor Kembali ke Tangan Pemilik Sah
BACA JUGA:Dahlan Iskan: Kepemimpinan Tegas Kunci Hadapi Krisis Perusahaan
Dilengkapi Teknologi untuk Aktivitas di Lapangan
Dari sektor teknologi, Player Issue Jersey 26/27 membawa beberapa fitur yang ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.
Jersey tersebut mengadopsi teknologi Anti-UV, Anti-Odor, dan Quick Dry. Fitur tersebut dirancang untuk memberikan perlindungan dari paparan sinar ultraviolet, membantu mengurangi bau akibat aktivitas, serta mempercepat proses pengeringan ketika material terkena kelembapan.
Hakim mengatakan, pihaknya ingin produk tersebut menjadi salah satu bukti bahwa kualitas dan inovasi apparel tidak selalu harus berasal dari produk luar negeri.
Menurutnya, Player Issue Jersey 26/27 dikembangkan dan diproduksi di Indonesia dengan perhatian terhadap detail serta kebutuhan pengguna yang mendekati standar jersey pemain profesional.