7 Cara Membuat Rumah Lebih Bersih dan Sehat, Jangan Abaikan Area Ini

Senin 07-09-2026,18:00 WIB
Reporter : Erna
Editor : Rosdiana

Sanitasi bertujuan mengurangi jumlah bakteri hingga berada pada tingkat tertentu, sedangkan disinfeksi ditujukan untuk membunuh mikroorganisme tertentu seperti virus dan bakteri.

Tidak semua permukaan di rumah harus selalu didisinfeksi.

Penggunaan disinfektan dapat menjadi pertimbangan ketika terdapat anggota keluarga yang sedang mengalami penyakit menular atau seseorang di rumah memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi.

Hal penting lainnya adalah keselamatan saat menggunakan bahan pembersih.

Jangan mencampurkan cairan pemutih dengan cuka maupun produk pembersih lainnya, karena campuran tertentu dapat menghasilkan gas atau uap berbahaya apabila terhirup.

7. Peralatan Bersih-Bersih Juga Harus Dirawat

Kebersihan rumah tidak akan maksimal jika peralatan yang digunakan justru dalam kondisi kotor.

Kain lap, kain mikrofiber, kepala pel, spons, hingga filter pada alat penyedot debu perlu dibersihkan sesuai kebutuhan.

BACA JUGA:Memperkuat Sistem Kekebalan Tubuh, Ini Manfaat Lobak Putih Untuk Kesehatan

BACA JUGA:5 Buah Kaya Air yang Bisa Membantu Mencegah Dehidrasi Saat Musim Kemarau

Peralatan tersebut dapat menyimpan kotoran dan mikroorganisme jika dibiarkan dalam kondisi lembap atau jarang dicuci.

Spons dapur menjadi salah satu contoh yang perlu mendapat perhatian.

Setelah digunakan, spons sebaiknya dibilas hingga bersih, diperas, kemudian diletakkan di tempat yang memiliki sirkulasi udara agar tidak terus-menerus lembap.

Bersihkan Rumah Secara Bertahap

Membersihkan rumah tidak harus dilakukan sekaligus. Agar pekerjaan terasa lebih ringan, kegiatan bersih-bersih bisa dibagi berdasarkan ruangan atau jadwal tertentu.

Urutan pekerjaan juga dapat dibuat lebih efisien. Rapikan barang terlebih dahulu, kemudian bersihkan debu dan berbagai permukaan. Setelah itu, lanjutkan dengan menyapu atau menggunakan penyedot debu sebelum mengepel lantai.

Kategori :