6. Segera Pisahkan Ikan yang Bermasalah
Selama masa pemeliharaan, kondisi ikan perlu diperiksa secara rutin. Perhatikan apabila terdapat lele yang bergerak tidak normal, terlihat lemas, mengalami luka, atau menunjukkan tanda-tanda gangguan kesehatan.
Jika menemukan ikan dengan kondisi tersebut, segera pisahkan dari ikan lainnya. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko masalah menyebar ke seluruh populasi.
Penyortiran ukuran juga sebaiknya dilakukan secara berkala, misalnya setiap beberapa minggu. Pemisahan berdasarkan ukuran membantu mengurangi persaingan dan risiko kanibalisme antarikan.
7. Pastikan Lingkungan Sekitar Ember Tetap Kondusif
Bukan hanya air dan pakan yang perlu diperhatikan. Kondisi lingkungan tempat ember diletakkan juga dapat memengaruhi kesehatan ikan.
Hindari menempatkan ember di lokasi yang sangat panas, kotor, atau sering terkena gangguan. Lele yang mengalami stres dapat kehilangan nafsu makan sehingga pertumbuhannya menjadi lebih lambat dan lebih rentan terhadap penyakit.
Suara keras maupun getaran berlebihan di sekitar wadah sebaiknya juga diminimalkan. Selain itu, perubahan suhu dan pH air secara mendadak perlu dihindari karena dapat meningkatkan risiko kematian ikan.
Dengan perawatan yang konsisten, budidaya lele menggunakan ember dapat menjadi alternatif bagi pemula yang ingin memulai usaha ikan dengan lahan terbatas.
Selain relatif sederhana, metode ini juga memungkinkan kegiatan budidaya dilakukan di lingkungan rumah selama kebersihan wadah, kualitas air, jumlah ikan, dan pemberian pakan diperhatikan dengan baik.