Armada Terbatas, BPBD Prabumulih Hadapi Tantangan Padamkan Karhutla

Senin 21-09-2026,06:30 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Ros Suhendra

Sebelumnya, Wali Kota Prabumulih H Arlan memaparkan kondisi karhutla di wilayahnya dalam Rapat Koordinasi Teknis Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Rapat Kantor BPBD Provinsi Sumsel, Selasa (15/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Arlan menyampaikan bahwa kejadian kebakaran lahan di Kota Prabumulih relatif kecil. Meski demikian, pemerintah daerah tetap menjaga kesiapsiagaan selama 24 jam.

“Kami selalu siaga 24 jam pak,” kata Arlan dalam paparannya.

Ia menjelaskan, kesiapsiagaan tersebut tidak hanya menyangkut personel yang berada di lapangan. Pemkot Prabumulih juga memperhatikan akses menuju lokasi apabila terjadi kebakaran.

Menurut Arlan, akses menjadi salah satu hal yang harus dipastikan agar kendaraan pemadam dapat mencapai titik api. Jika kondisi medan tidak memungkinkan dilalui kendaraan, pemerintah daerah siap mengerahkan alat berat untuk membuka akses.

“Ketika tidak ada jalan, saya pinjam alat berat untuk masuk ke jalan (lokasi kebakaran) sehingga mobil pemadam kebakaran bisa masuk,” tuturnya.

Selain persoalan akses, ketersediaan air untuk proses pemadaman juga menjadi perhatian Pemkot Prabumulih.

Arlan mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan mobil tangki yang dapat digunakan untuk memasok kebutuhan air ketika terjadi kebakaran di lapangan.

“Mobil tangki ini untuk menyuplai air, dimana ada kebakaran selalu siap. Jadi kebakaran sangat kecil tapi kami masih kekurangan mobil,” ungkap Arlan.

Dengan kondisi tersebut, penguatan armada pemadam serta dukungan sarana dan prasarana menjadi salah satu kebutuhan dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla di Kota Prabumulih.

Kategori :