Selama setahun, keluarga inilah yang menghidupi saya. Menyediakan tempat tinggal, makan, dan lain sebagainya. Setelah saya ingat-ingat, selama setahun itu, Abah saya hanya memberi saya USD 250. Itu saja. Uang saku lain saya dapat dengan membantu John bekerja di korannya, juga membantu melatih program sepak bola anak-anak kelas 1-2 SD saat weekend.
Ya, anak yang dijauhkan dari Indonesia karena Abah-nya terancam di dunia media justru ditampung oleh pekerja media lain. Ya, saya benar-benar melatih sepak bola anak-anak SD Ellinwood. Lumayan, USD 15 per jam.
Nah, waktu pertama kali masuk SMA di Ellinwood itulah, John mengarahkan saya ke keputusan yang pada kemudian hari mengakibatkan saya tidak punya ijazah SMA.
Dan hidup kemudian menunjukkan kalau itu bukan bencana. Melainkan justru bisa dianggap blessing in disguise... (azrul ananda/bersambung)