PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Warga Kota Prabumulih diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi udara.
Berdasarkan pembaruan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Sumatera Selatan pada Sabtu (3/10/2026) pukul 15.00 WIB, kualitas udara di Prabumulih berada pada level Tidak Sehat.
Dalam laporan tersebut, konsentrasi PM10 di Prabumulih tercatat mencapai 115, sementara PM2,5 berada di angka 191. Adapun sejumlah parameter pencemar lainnya menunjukkan angka SO2 sebesar 3, CO 27, O3 15, serta NO2 mencapai 62.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kualitas udara pada kategori Tidak Sehat dapat memengaruhi kesehatan, terutama bagi masyarakat yang memiliki sensitivitas lebih tinggi terhadap paparan polutan.
BACA JUGA:HUT ke-25 Prabumulih Makin Semarak, Race Offroad Hadirkan Ratusan Peserta
BACA JUGA:Sungai Kubu Betung Mulai Dibersihkan, Wonosari Siaga Hadapi Musim Hujan
Tidak hanya Prabumulih, beberapa wilayah lain di Sumatera Selatan juga mencatat kualitas udara yang kurang baik.
Ogan Ilir berada pada kategori Tidak Sehat dengan nilai PM2,5 sebesar 162. Kemudian Musi Banyuasin mencatat PM2,5 di angka 148, sedangkan Lahat mencapai 118.
Kondisi yang lebih tinggi tercatat di Musi Rawas dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Kedua wilayah tersebut masuk kategori Sangat Tidak Sehat, dengan PM2,5 masing-masing mencapai 200 di Musi Rawas dan 295 di PALI.
Sementara itu, Kota Palembang tercatat berada pada kategori Berbahaya. Nilai PM10 di wilayah tersebut mencapai 598, sedangkan konsentrasi PM2,5 berada di angka 441.
BACA JUGA:Sungai Kubu Betung Mulai Dibersihkan, Wonosari Siaga Hadapi Musim Hujan
BACA JUGA:Sungai Kubu Betung Mulai Dibersihkan, Wonosari Siaga Hadapi Musim Hujan
Di sisi lain, OKU Selatan dan Muara Enim masih tercatat dalam kategori Sedang. Untuk wilayah Banyuasin, laporan ISPU yang menjadi acuan belum mencantumkan data kualitas udara.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat di daerah yang mengalami penurunan kualitas udara diimbau lebih berhati-hati saat melakukan kegiatan di luar rumah. Penggunaan masker dapat dipertimbangkan, terutama ketika harus beraktivitas di area dengan paparan polusi tinggi.
Aktivitas di luar ruangan juga sebaiknya dikurangi apabila kondisi udara semakin memburuk.