ISPU Prabumulih Capai 520, Warga Diminta Waspadai Dampak Kabut Asap

Jumat 23-10-2026,06:30 WIB
Reporter : Erna Nur
Editor : Rosdiana

PRABUMULIH, PRABUMULIHPOS.CO – Kondisi udara di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, kembali berada pada tingkat yang membahayakan kesehatan. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (22/10/2026) pukul 16.00 WIB, konsentrasi PM2,5 di Prabumulih tercatat mencapai 520.

Angka tersebut menempatkan kualitas udara dalam kategori berbahaya. Situasi ini perlu menjadi perhatian masyarakat karena paparan partikel pencemar berukuran halus dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lanjut usia, serta warga yang memiliki masalah pernapasan.

Selain PM2,5, data pemantauan juga mencatat konsentrasi PM10 di Prabumulih mencapai 493. Adapun hasil pengukuran sejumlah parameter lainnya meliputi SO2 sebesar 3, CO sebesar 63, O3 sebesar 14, dan NO2 sebesar 61.

Pekatnya kabut asap turut dirasakan warga dalam beberapa waktu terakhir. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa asap mulai terlihat tebal sejak Rabu sore dan masih menyelimuti wilayah Prabumulih pada Kamis pagi hingga sore hari.

BACA JUGA:Kapolres Prabumulih Ngopi Bareng Warga, Keamanan Lingkungan dan Narkoba Jadi Sorotan

BACA JUGA:Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DLH Prabumulih Imbau Stop Bakar Sampah, Ajak Pilah Daur Ulang Sampah

"Asap kiriman dari luar, semoga hujan jadi asap hilang," harap Yani bersama warga lainnya. Meski demikian, dugaan mengenai asal asap tersebut belum dapat dipastikan berdasarkan data yang tersedia.

Sejumlah Daerah di Sumsel Juga Terdampak

Buruknya kualitas udara tidak hanya terjadi di Prabumulih. Sejumlah kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan juga mencatat konsentrasi PM2,5 yang tinggi.

Kota Palembang mencatat angka PM2,5 sebesar 656, disusul Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebesar 417 dan Kabupaten Ogan Ilir sebesar 378. Berdasarkan data yang disampaikan, ketiga wilayah tersebut berada dalam kategori berbahaya.

BACA JUGA:Ancam Kesehatan dan Lingkungan: DLH Prabumulih Imbau Stop Bakar Sampah, Ajak Pilah Daur Ulang Sampah

BACA JUGA:Kebakaran di Prabumulih, Rumah dan Warnet Hangus, Anak Pemilik Alami Luka Bakar

Sementara itu, konsentrasi PM2,5 di Kabupaten Musi Rawas tercatat sebesar 237 dengan kategori sangat tidak sehat. Kabupaten Musi Banyuasin berada pada angka 150 atau kategori tidak sehat, sedangkan Kabupaten Muara Enim mencatat angka 81 yang masuk kategori sedang.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi pencemaran udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan tidak sama. Karena itu, masyarakat perlu mengikuti perkembangan data kualitas udara di daerah masing-masing.

Warga Diimbau Membatasi Aktivitas di Luar Rumah

Kategori :