Atap Datar vs Atap Miring: Kelebihan dan Kekurangannya
Atap Datar vs Atap Miring: Kelebihan dan Kekurangannya--Foto: Prabupos
BACA JUGA:Perbandingan Kanopi Baja Ringan dan Besi Hollow: Mana yang Lebih Unggul?
BACA JUGA:Panduan Memilih Atap Kanopi: Jenis, Fungsi, dan Kisaran Biaya Terbaru
Selain mengurangi panas, atap miring juga efektif saat hujan. Air bisa langsung mengalir ke bawah tanpa menggenang di atas atap, sehingga risiko kebocoran berkurang.
Untuk mencegah percikan air hujan masuk ke dalam rumah, overstek dapat ditambahkan pada atap miring.
Elemen ini membantu melindungi dinding dari paparan air terus-menerus, yang bisa menyebabkan kerusakan atau retak.
Konstruksi atap miring membutuhkan lebih banyak material dan kualitas bahan yang baik agar tetap kuat, terutama saat menghadapi hujan deras atau angin kencang.
BACA JUGA:Tampil Estetik dan Fungsional: Ide Pagar Besi Kombinasi Tanaman di 2026
BACA JUGA:Musrenbang 2026, Warga RKT Dorong Perbaikan Jalan dan Normalisasi Sungai
Pilihan Atap yang Tepat untuk Indonesia
Secara keseluruhan, atap miring lebih sesuai diterapkan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.
Air hujan dapat mengalir lebih cepat ke tanah, dan ruang antara atap dan plafon membantu menjaga suhu dalam rumah tetap nyaman.
Meski demikian, atap datar tetap bisa digunakan asalkan pengerjaan dan perawatan dilakukan dengan tepat, sehingga masalah seperti kebocoran dapat diminimalkan.
Karena atap merupakan salah satu elemen penting rumah, pemilihan material harus dilakukan dengan cermat. Pastikan bahan yang digunakan berkualitas agar bangunan tahan lama dan aman.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


